3 Perubahan Pada Tubuh Usai Eksperimen 30 Hari Setop Makan Gula

3 Perubahan Pada Tubuh Usai Eksperimen 30 Hari Setop Makan Gula

Sarah Oktaviani Alam - detikJabar
Senin, 04 Mei 2026 21:00 WIB
the silver spoon with white salt
Ilustrasi gula (Foto: Getty Images/jirkaejc)
Bandung -

Gula kerap menjadi bagian dari berbagai momen menyenangkan. Tanpa disadari, bahan ini juga terdapat dalam banyak makanan sehari-hari, mulai dari roti, yogurt, hingga saus.

Riset dari University of California San Francisco mengungkapkan bahwa sekitar 74 persen produk makanan olahan mengandung tambahan gula dari produsen. Temuan ini mendorong seorang kreator konten kuliner digital untuk mencoba tantangan menghentikan konsumsi gula selama 30 hari.

Perempuan tersebut, Kimberly Holland, mengaku sempat ragu karena memiliki ketertarikan tinggi terhadap makanan manis. Namun setelah menyadari dirinya cukup sering membeli camilan manis, ia akhirnya memutuskan untuk rehat dari gula.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam menjalani tantangan itu, Kimberly menerapkan sejumlah aturan tegas, seperti menghindari gula tambahan, tidak menggunakan pemanis buatan, namun tetap mengonsumsi gula alami yang terdapat dalam buah dan susu.

Menurut American Heart Association, asupan gula tambahan idealnya dibatasi hingga maksimal 9 sendok teh per hari untuk pria dan 6 sendok teh untuk wanita. Meski demikian, konsumsi rata-rata masyarakat bisa mencapai dua hingga tiga kali lebih tinggi dari anjuran tersebut.

ADVERTISEMENT

Lantas, apa yang terjadi setelah 30 hari?

1. Berat Badan Tidak Naik

Kimberly mengaku tidak mengalami penurunan berat badan. Tetapi, berat badannya juga tidak bertambah.

"Saya mungkin tidak mengurangi karbohidrat, tetapi saya juga tidak menambah berat badan. Dan itu adalah tujuan saya," katanya, dikutip dari Eating Well.

Tanpa camilan manis harian, ia menyadari kebiasaan konsumsi gula yang diterapkannya selama ini cenderung berlebihan. Ia baru menyadari banyak makanan seperti sup, saus, hingga makanan siap saji mengandung gula tersembunyi.

"Saya segera menyadari banyak saya mengonsumsi gula secara sembarangan," tambahnya.

2. Energi Terasa Lebih Stabil

Setelah melewati masa adaptasi, Kimberly merasakan energi lebih stabil sepanjang hari. Ia tidak lagi membutuhkan minuman manis atau soda di sore hari untuk mendongkrak energi.

Kondisi ini diduga terjadi karena tubuh tidak lagi mengalami lonjakan gula darah yang drastis.

3. Lebih Sensitif Terhadap Rasa Manis

Setelah 30 hari, lidahnya menjadi lebih sensitif terhadap rasa manis. Bahkan, segelas anggur merah yang ia minum di hari ke-25 terasa lebih seperti permen kapas.

"Kue cokelat chip terasa terlalu manis, saya bahkan tidak bisa menghabiskan bagian saya," tuturnya.

Meski begitu, Kimberly tentunya mengalami banyak tantangan saat tidak mengonsumsi gula selama 30 hari. Di fase awal, ia merasa mudah marah (cranky), terasa tak ada energi, hingga sulit fokus.

"Saya juga mudah marah, yang membuat pekerjaan menjadi sulit. Fase ini berlangsung sekitar 24 jam sebelum akhirnya membaik," beber Kimberly.

Sulitnya Menghindari Gula

Menurut Kimberly, menghindari gula sangat sulit. Banyak produk mengandung gula dengan nama berbeda, seperti sirup atau sari tebu yang diuapkan.

Ketika menerapkan gaya hidup ini, Kimberly juga sulit untuk makan di luar, seperti di restoran. Ia harus ekstra hati-hati dalam memilih makanan.

Menu yang menurutnya paling aman adalah salad, karena ia masih bisa mengontrol bahan dan sausnya. Bahkan, Kimberly terpaksa harus menolak makanan manis di acara yang dihadirinya.

Solusinya, ia memilih jujur kepada teman-temannya soal tantangan yang sedang dijalani.

Meski Kimberly tidak berniat berhenti total selamanya, pengalaman ini membuatnya lebih bijak dalam mengonsumsi gula. Kini, ia mencoba membatasi gula tambahan, lebih memilih sumber gula alami, hingga mengatur konsumsi gula hanya di waktu tertentu.

Ia juga menilai tantangan ini membuka mata tentang kebiasaan makan sehari-hari.

"Ini adalah cara yang membuka mata untuk memahami seberapa banyak gula yang sebenarnya Anda konsumsi," pungkasnya.

Artikel ini telah tayang di detikHealth. Baca selengkapnya di sini.

(sao/yum)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads