Kebiasaan menyimpan makanan dalam wadah plastik memang praktis dan umum dilakukan di banyak rumah tangga. Namun, tidak semua jenis makanan cocok disimpan dengan cara ini. Jika salah, kualitas makanan bisa menurun, bahkan berisiko memicu pertumbuhan bakteri berbahaya.
Belakangan, isu ini kembali ramai diperbincangkan. Banyak orang belum menyadari bahwa wadah plastik tertutup justru bisa mempercepat pembusukan pada beberapa jenis makanan tertentu.
Mulai dari bahan mentah hingga makanan siap santap, cara penyimpanan yang keliru bisa berdampak pada kesehatan. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui jenis makanan apa saja yang sebaiknya tidak disimpan di wadah plastik.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dilansir detikFood yang mengutip Real Simple (21/3), berikut daftar makanan yang perlu perhatian khusus saat disimpan:
1. Daging Merah Mentah
Daging merah mentah termasuk bahan makanan yang sangat rentan terhadap kontaminasi bakteri seperti Salmonella dan E. coli. Cairan alami dari daging menjadi media ideal bagi pertumbuhan mikroorganisme tersebut.
Jika disimpan dalam wadah plastik tertutup, kelembapan akan meningkat sehingga mempercepat proses pembusukan. Risiko keracunan makanan pun bisa meningkat dalam waktu singkat.
Sebagai alternatif, simpan daging dalam wadah kaca tertutup atau bungkus menggunakan kertas khusus daging. Letakkan di bagian paling bawah kulkas untuk mencegah cairannya menetes ke bahan makanan lain.
2. Keju Lunak
Keju lunak dan produk susu segar membutuhkan sirkulasi udara yang baik agar tetap segar. Wadah plastik yang tertutup rapat justru memerangkap kelembapan dan mempercepat pertumbuhan jamur.
Akibatnya, keju bisa cepat rusak, berjamur, dan mengalami penurunan kualitas nutrisi. Untuk penyimpanan yang lebih aman, gunakan kemasan asli atau bungkus dengan kertas roti sebelum dimasukkan ke dalam kulkas.
3. Buah Penghasil Gas Etilen
Beberapa buah seperti apel, pisang, dan tomat menghasilkan gas etilen yang mempercepat proses pematangan. Jika disimpan dalam wadah plastik tertutup, gas ini akan terperangkap.
Dampaknya, buah menjadi cepat lembek, mudah busuk, dan rentan ditumbuhi jamur. Untuk menjaga kesegarannya, simpan buah dalam wadah terbuka atau berlubang agar sirkulasi udara tetap baik. Pisang juga sebaiknya dipisahkan dari buah lain.
4. Sayuran Hijau dan Herbal
Sayuran hijau seperti selada serta berbagai jenis herbal segar sangat sensitif terhadap kelembapan. Penyimpanan dalam wadah plastik tertutup dapat membuatnya cepat layu dan berlendir.
Kondisi lembap ini juga bisa memicu pertumbuhan bakteri berbahaya seperti E. coli. Cara terbaik adalah membungkus sayuran dengan tisu lembap lalu menyimpannya di wadah yang memiliki ventilasi udara.
Untuk selada, sebaiknya dipisahkan dari dressing agar tidak cepat rusak.
5. Makanan Sisa yang Masih Panas
Kebiasaan langsung memasukkan makanan panas ke dalam wadah plastik ternyata cukup berisiko. Uap panas akan menciptakan kondensasi yang mempercepat pertumbuhan bakteri.
Selain itu, suhu tinggi dapat merusak struktur plastik dan berpotensi melepaskan zat berbahaya seperti BPA atau mikroplastik ke dalam makanan.
Sebaiknya, dinginkan makanan terlebih dahulu sebelum disimpan. Gunakan wadah kaca atau bahan food grade yang lebih aman terhadap perubahan suhu.
Artikel ini telah tayang di detikFood. Baca selengkapnya di sini.
(iqk/iqk)










































