Penjual Timbel Bandung Legendaris Ini Bangkit Lagi dengan Mie Ayam Hijau

Penjual Timbel Bandung Legendaris Ini Bangkit Lagi dengan Mie Ayam Hijau

Gheyna Sabila Z - detikJabar
Senin, 06 Apr 2026 09:00 WIB
Mie Ayam Vegeta milik Nurhasanah ini menyuguhkan semangkuk mie sehat berwarna hijau yang menggugah selera.
Mie Ayam Vegeta milik Nurhasanah ini menyuguhkan semangkuk mie sehat berwarna hijau yang menggugah selera. (Foto: Gheyna Sabila Z
Bandung -

Di tengah menjamurnya kedai mie ayam di Kota Bandung, ada sebuah gerobak sederhana berdiri di samping Jalan Katamso yang menawarkan sensasi berbeda. Bukan sekadar kenyang, kedai Mie Ayam Vegeta milik Nurhasanah ini menyuguhkan semangkuk mie sehat berwarna hijau yang menggugah selera.

Kedai ini bukan pemain baru yang sekadar ikut-ikutan tren, melainkan buah dari keteguhan Nurhasanah bersama suaminya yang telah merintis usaha tersebut sejak masa sulit pandemi COVID-19 di tahun 2020 lalu.

Sebelum terjun ke dunia per-mie-an, Nurhasanah sebenarnya merupakan seorang pedagang nasi timbel legendaris yang sudah bertahan selama 20 tahun. Namun, karena lahan berjualannya dialihfungsikan oleh pemilik baru, ia pun harus memutar otak. Ide membuat mie ayam hijau muncul dari keinginan untuk menyajikan sesuatu yang tidak monoton di tengah ketatnya persaingan kuliner Bandung.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Awalnya pengen jualan mie ayam pelangi, tapi cari bahan bakunya yang warna-warni agak susah. Akhirnya coba dari yang ijo dulu, sampai sekarang alhamdulillah dari sawi nggak berubah," ujar Nurhasanah.

Mie Ayam Vegeta milik Nurhasanah ini menyuguhkan semangkuk mie sehat berwarna hijau yang menggugah selera.Mie Ayam Vegeta milik Nurhasanah ini menyuguhkan semangkuk mie sehat berwarna hijau yang menggugah selera. Foto: Gheyna Sabila Z

Satu hal yang membuat Mie Ayam Vegeta begitu istimewa adalah komitmennya terhadap kesehatan. Seluruh mie diproduksi sendiri tanpa menggunakan bahan pengawet maupun pewarna makanan sintetis.

ADVERTISEMENT

"Bikin sendiri, tanpa bahan-bahan pengawet, tanpa pewarna makanan. Soalnya anak-anak doyan mie gitu, jadi biar makan mie tapi tetep sehat," jelasnya.

Bahkan, Nurhasanah enggan menggunakan penyedap rasa atau micin untuk bumbu mienya. Ia sangat selektif menjaga kualitas, termasuk dalam pemilihan saus dan kecap yang bukan produk asal-asalan. Kejujuran bahan baku ini juga merambah ke menu baksonya yang dibuat tanpa campuran pengenyal.

"Bakso juga bikin sendiri, tanpa bahan pengawet atau pengenyal gitu. Makanya kalau di sini nggak digodok terus-terusan, tapi kalau ada yang pesan baru masukin," katanya.

Meski lebih banyak mengandalkan promosi dari mulut ke mulut, nyatanya nama Mie Ayam Vegeta sudah harum di berbagai kalangan. Mulai dari anak-anak sekolah, para guru, hingga pesanan rutin yang masuk dari instansi besar seperti Gedung Sate dan RSHS Bandung. Nurhasanah mengaku memang sengaja mengandalkan testimoni pelanggan agar bisa terus memperbaiki rasa.

"Rasanya pengen dari mulut ke mulut. Jadi kalau nggak enak, biar ke ibunya ada masukannya, biar apa yang kurangnya ditambah," tuturnya merendah.

Bagi Anda yang ingin mencicipi kuliner sehat nan unik ini, Mie Ayam Vegeta buka setiap hari mulai pukul 11.00 hingga 18.00 WIB. Harga yang ditawarkan pun sangat ramah di kantong, yakni berkisar antara Rp. 14.000 hingga Rp. 20.000 per porsinya.

Alamat lengkap: Jl. Brigjend Katamso dpn No. 45 Bandung (samping Ganesha Operation).

(yum/yum)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads