5 Kuliner Khas Bandung yang Wajib Dicicipi Saat Libur Lebaran

5 Kuliner Khas Bandung yang Wajib Dicicipi Saat Libur Lebaran

Adi Mukti - detikJabar
Senin, 23 Mar 2026 14:01 WIB
Mi kocok Cepay, mi kocok bandung
Ilustrasi Mi Kocok (Foto: Yudha Maulana)
Bandung -

Hari Raya Idulfitri telah tiba, orang-orang berbahagia menyambut Lebaran. Salah satu hal yang tidak terlewatkan dari momen ini adalah tradisi makan-makan. Sebagai bentuk perayaan setelah 30 hari penuh berpuasa, mengisi hari raya dengan makan dan minum menjadi bagian penting dalam perayaan Idulfitri. Berbagai menu lezat seperti opor, ketupat, dan sate sering kali mewarnai meja makan ketika Lebaran. Namun, banyak kuliner Bandung di luar sana yang wajib kamu coba saat Hari Raya Idulfitri.

Kuliner-kuliner khas Bandung mempunyai cita rasa gurih yang cocok disajikan bersama keluarga. Selain itu, berbagai rasa seperti pedas, manis, dan asin dapat kamu temui di Bandung. Kota ini dikenal sebagai destinasi kuliner sejak dahulu. Kota yang dijuluki sebagai kota kreatif ini merupakan tempat Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) kuliner bertumbuh pesat. Tidak heran jika makanan dan minuman viral sering bermunculan di Kota Bandung. Dalam artikel ini, detikJabar telah merangkum lima kuliner khas Bandung yang wajib kamu coba pada Hari Raya Idulfitri.

Cuanki

Ilustrasi Bakso Cuanki khas BandungIlustrasi Bakso Cuanki khas Bandung Foto: Getty Images/iStockphoto/

Makanan yang satu ini cocok untuk kamu yang ingin menyantap hidangan ringan namun tetap mengenyangkan. Cuanki sering disajikan berkuah dan memiliki kemiripan dengan bakso serta mi ayam. Secara komposisi, cuanki menyerupai bakso, hanya saja cuanki pada umumnya tidak menggunakan mi atau bihun. Selain itu, cuanki memiliki isian yang beragam seperti bakso, tahu, dan pangsit.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Di balik kelezatan cuanki, ada sejarah menarik untuk diketahui. Melansir Unilever Food Solution, asal-usul cuanki dimulai dari merek dagang makanan dimsum berkuah bernama Bakso Tahu Kuah Choan Kie. Choan Kie berasal dari bahasa Tiongkok suku Hokkien yang berarti "keberuntungan" atau "Mencari Rezeki". Awal kemunculan cuanki menggunakan bahan dasar babi dan makanan tersebut memang ditujukan untuk konsumen Tiongkok yang menetap di Bandung dan Cimahi.

Namun, seiring berkembangnya zaman, cuanki bertransformasi menjadi makanan khas Bandung. Pada tahun 1980-an, mantan karyawan dari merek dagang Tiongkok tersebut mencoba mengembangkan kudapan ini. Berbekal resep yang telah ia pelajari, ia membuat cuanki dari bahan dasar ikan. Karena inovasi tersebut, cuanki menjadi populer serta sesuai dengan norma dan lidah masyarakat Indonesia.

ADVERTISEMENT

Seblak

Makanan yang satu ini memiliki cita rasa pedas yang kuat. Seblak menjadi salah satu kuliner Jawa Barat, terutama Bandung, yang sangat dikenal di Indonesia. Seblak pada umumnya disajikan berkuah, tetapi dengan banyaknya inovasi saat ini, seblak juga dapat dibuat tanpa kuah. Komposisi dari seblak adalah kerupuk basah yang dimasak dengan kuah kencur dan cabai sehingga memiliki aroma yang khas.

Cita rasanya yang pedas dan menggigit cocok untuk mengisi meja makan ketika hari raya tiba. Seblak merupakan bentuk kuliner masa kini, tetapi memiliki kemiripan penyajian dengan kerupuk godog, yaitu kerupuk mentah yang direbus dan ditambah bumbu sederhana.

Surabi

Surabi merupakan salah satu camilan yang populer di kalangan pencinta kuliner. Surabi adalah kudapan gurih yang biasanya disajikan dengan cita rasa asin. Sebagai camilan, surabi pada umumnya diberi isian oncom untuk menambah kelezatan. Bahan dasar dari surabi adalah tepung beras, kelapa parut, santan, dan sedikit ragi. Surabi dikenal dengan bentuknya yang bulat, mengembang, serta berpori. Orang sering kali sulit membedakan surabi dan serabi, padahal kedua kuliner ini memiliki perbedaan.

Surabi murni merupakan makanan olahan tradisional dari Bandung, sedangkan serabi adalah camilan manis tradisional asal Solo. Serabi Solo umumnya menggunakan tepung beras, santan, gula pasir, dan garam, dengan adonan yang dibuat cukup encer. Serabi lebih banyak disajikan manis, berbeda dengan surabi yang penyajiannya cenderung asin dan gurih. Selain itu, surabi memiliki tekstur yang padat, mengembang, dan berpori, sementara serabi lebih encer, tipis, dengan rasa manis yang dominan.

Mi Kocok Bandung

Mi kocok Cepay, mi kocok bandungMi kocok Cepay, mi kocok bandung Foto: Yudha Maulana

Kuliner ini memiliki keunikan tersendiri dibandingkan kuliner khas Bandung lainnya. Kuah untuk mi kocok biasanya dibuat dari tulang dan sumsum sapi yang direbus selama berjam-jam. Bumbu kuah kaldunya terdiri dari kemiri, bawang putih, merica, dan garam. Beberapa penjual menambahkan rempah-rempah seperti daun salam, serai, jahe, atau kunyit untuk memberikan aroma yang lebih khas.

Pada awalnya, mi kocok Bandung berupa kikil dan tauge yang dimasukkan ke dalam kuah kaldu sapi. Namun seiring waktu, para pedagang mulai melakukan inovasi seperti menambahkan jeroan untuk memperkaya cita rasa. Menurut Badri Hidayat dalam buku 100 Tempat Jajan dan Makanan Legendaris di Bandung, nama mi kocok berasal dari cara pembuatannya, yaitu dengan mencelup-celupkan dan mengocok mi serta tauge ke dalam air panas hingga sedikit layu.

Batagor

Siapa yang tidak kenal makanan yang satu ini? Batagor merupakan kuliner yang menjadi ikon Jawa Barat. Di Kota Bandung sendiri, pedagang batagor dapat ditemukan di mana saja dengan berbagai varian yang menggugah selera. Batagor yang merupakan singkatan dari Bakso Tahu Goreng ini dapat disajikan secara kering maupun berkuah. Komposisi batagor terdiri dari tahu yang diisi adonan bakso dan pangsit.

Batagor merupakan makanan yang sangat cocok dinikmati di kala momen Lebaran. Karena penyajiannya yang sederhana, batagor tidak boleh terlewatkan untuk menyambut perayaan hari kemenangan. Batagor adalah kuliner khas Bandung yang wajib dicoba. Dengan siraman bumbu kacangnya, batagor patut menjadi menu pendamping utama ketika Idulfitri.

Itulah lima kuliner khas Bandung yang patut dicoba ketika Lebaran. Idulfitri memang perlu menghadirkan elemen penting dalam prosesi perayaan, salah satunya adalah makanan. Kuliner menjadi elemen yang tidak boleh terlewatkan dan sangat cocok untuk mengisi perut ketika Hari Raya Idulfitri tiba.

(iqk/iqk)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads