Pempek Legendaris dari Bandung Ini Cocok Jadi Oleh-oleh Mudik

Pempek Legendaris dari Bandung Ini Cocok Jadi Oleh-oleh Mudik

Gheyna Sabila Z - detikJabar
Senin, 16 Mar 2026 10:00 WIB
Toko pempek palembang legendaris di bandung
Toko pempek palembang legendaris di bandung (Foto: Gheyna Sabila Z/detikJabar)
Bandung -

Bandung dikenal sebagai kota kuliner dengan beragam pilihan makanan dari berbagai daerah di Indonesia. Di antara banyaknya pilihan tersebut, ada beberapa tempat makan yang mampu bertahan puluhan tahun karena konsistensi rasa dan kualitasnya. Salah satunya adalah Pempek Palembang MM yang berada di kawasan Jalan Sekeloa.

Usaha pempek ini telah berdiri sejak tahun 1992. Selama lebih dari tiga dekade, cita rasa yang disajikan tetap dipertahankan seperti saat pertama kali dibuka. Konsistensi tersebut menjadi alasan mengapa pempek ini masih diminati pelanggan dari waktu ke waktu.

Hendi, salah satu karyawan Pempek MM Sekeloa, mengatakan bahwa salah satu keunikan pempek di tempat ini terletak pada racikan cukonya. Menurutnya, rasa cuko yang pekat dan khas membuat pempek di sini memiliki karakter berbeda dibandingkan pempek di tempat lain.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Mungkin dari cukonya, cukonya lebih berasa dan dari pempeknya sendiri nggak berubah dari segi rasanya dari awal buka sampai sekarang, resepnya tetep sama dari tahun 1992, tidak pernah berubah," ujar Hendi belum lama ini.

ADVERTISEMENT

Pempek yang dijual di tempat ini juga disebut menggunakan resep asli Palembang. Hal tersebut membuat banyak pelanggan merasa cita rasa yang disajikan tetap otentik, meskipun berada jauh dari daerah asalnya.

Menariknya, usaha yang kini memiliki tempat tetap ini berawal dari gerobak sederhana di pinggir Jalan Dipatiukur. Seiring waktu dan bertambahnya pelanggan, usaha pempek tersebut terus berkembang hingga akhirnya memiliki tempat usaha seperti sekarang.

Berpuluh-puluh tahun berdiri dengan ciri khas rasa yang tidak berubah membuat tempat ini selalu menjadi pilihan banyak orang. Tidak hanya pelanggan baru, banyak pula pelanggan lama yang tetap datang karena sudah mengenal pempek ini sejak puluhan tahun lalu.

"Banyak yang bilang, 'dari saya masih kuliah sampai sekarang tetap begini rasanya'," kata Hendi, menirukan cerita pelanggan yang masih setia datang hingga saat ini.

Hampir setiap hari, tempat ini tidak pernah sepi pembeli. Dalam sehari, pempek yang terjual bahkan bisa mencapai ribuan potong.

Pada bulan Ramadhan, jumlah pembelian biasanya meningkat, meskipun pola kedatangan pelanggan sedikit berbeda. Jika pada hari biasa pembeli sudah ramai sejak pagi, saat bulan puasa keramaian biasanya terjadi menjelang waktu berbuka.

Selain dinikmati langsung di tempat, pempek ini juga kerap dibeli sebagai oleh-oleh. Daya tahannya yang cukup lama membuat banyak pelanggan memesan dalam jumlah besar untuk dibawa ke luar kota.

"Cocok banget buat oleh-oleh. Ini soalnya bertahan lama juga, walaupun di suhu ruangan cukup sampai tiga hari, kalau di dalam kulkas bisa sampai seminggu," jelasnya.

Bahkan, tidak sedikit pelanggan yang sengaja memesan pempek dalam jumlah ratusan potong untuk dibawa pulang saat musim mudik. Pesanan tersebut biasanya dikirim ke berbagai daerah di Pulau Jawa hingga luar kota.

Dengan resep yang tetap terjaga sejak 1992 serta pelanggan setia yang terus berdatangan, Pempek MM Sekeloa menjadi salah satu bukti bahwa kuliner legendaris di Bandung masih mampu bertahan di tengah banyaknya pilihan makanan modern.




(dir/dir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads