Kabar Nasional

Jelajah Sejarah Masuknya Mi Instan di Indonesia

Tim detikFinance - detikJabar
Senin, 15 Agu 2022 04:30 WIB
Ilustrasi wanita makan mi instan depan laptop
Ilustrasi wanita makan mi instan. (Foto: Getty Images/iStockphoto/PonyWang)
Jakarta -

Beberapa hari lalu, publik diresahkan kabar rencana kenaikan harga mi instan yang bisa mencapai 3 kali lipat. Rencana ini pun kemudian ditepis berbagai pihak, termasuk oleh Bos Indomie Franciscus (Franky) Welirang hingga Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan.

Terlepas dari adanya kabar tersebut, masyarakat Indonesia yang memang menggemari mi instan sebagai makanan favorit. Pasti banyak yang mengira jika Indomie menjadi merek dagang mi pertama di Tanah Air. Hal ini karena masyarakat begitu familiar dengan merek Indomie.

Dikutip dari detikFinance, ternyata mi instan pertama di Indonesia adalah merek Supermi. Melansir detikFinance yang mengutip dari berbagai sumber, mi instan pertama di Indonesia masuk diekspor dari negara asalnya yakni Jepang. Karena larisnya produk makanan itu, akhirnya pabrik mi instan pertama dibangun di Cijantung, Jakarta pada Juli 1968.


Pabrik tersebut merupakan milik PT Lima Satu Sankyo Industri Pangan yang bekerja sama dengan perusahaan Sankyo Shokuhin Kabushiki Kaisha, asal Jepang. Saat itu merek mi instan pertama adalah Supermi.

Sehingga Supermi menjadi pionir mi instan di Indonesia yang pertama kali diperkenalkan pada tahun 1968. Kemudian, perusahaan berganti menjadi PT Supermi Indonesia.

Pada 1976, Supermi mulai memariasikan rasa mi instan produksinya dengan menghadirkan rasa kaldu ayam, salah satu produk terfavorit keluarga Indonesia hingga kini, demikian dikutip dari laman resmi Supermi.

Berlanjut pada 1986, PT Supermi Indonesia diakuisisi PT Indofood Interna Corporation yang sekarang menjadi PT Indofood CBP Sukses Makmur, Tbk.

Gemilangnya Supermi cukup cerah hingga sampai saat ini. Pada 2005 Supermi berhasil memecahkan Guinness World Records untuk "The Largest Serving of Noodles" dengan berat 4,171.7 kg atau sebanyak 27,700 blok mi Supermi di Semarapura, Bali.

Mengingat mi instan yang mengedepankan kesehatan meski dibuat instan, Supermi juga telah mengeluarkan inovasi Supermi Nutrimi Rasa Steak Ayam, mi instan pilihan lebih sehat dengan mie yang dibuat dengan brokoli dan topping sayuran jagung dan wortel.

Di tengah-tengah Supermi berdiri dan meluas, pada 1972 barulah masuk juga Indomie sebagai pesaing yang dirintis Djajadi Djaja dan kawan-kawan. Lalu 10 tahun kemudian, masuklah penguasa industri mi instan saat ini, Salim Group dengan merek Sarimi.

Dikutip dari laman resmi Indomie, produk Indomie yang pertama kali diperkenalkan adalah Indomie Kuah Rasa Kaldu Ayam yang saat itu sesuai dengan selera lidah masyarakat Indonesia. Kemudian pada tahun 1982, penjualan produk Indomie mengalami peningkatan yang sangat signifikan dengan diluncurkannya varian Indomie Kuah Rasa Kari Ayam.

Puncaknya pada tahun 1983, produk Indomie kembali semakin digemari oleh masyarakat Indonesia dengan diluncurkannya varian Indomie Mi Goreng.

Baik Indomie, Supermi dan Sarimi sejak 1980-an telah mendominasi penjualan mi instan di Indonesia. Ketiga merek tersebut kini diproduksi oleh Indofood CBP Sukses Makmur.

Selain Indomie dan Supermi, saat ini berbagai macam merek mi instan juga telah lama menemani masyarakat Indonesia, mulai dari Sarimi, Sakura, Pop Mie, dan Mie Telur Cap 3 Ayam.

Belum lagi merek-merek baru lainnya, misalnya dari Wings Food adalah Mie Sedaap, Eko Mie, So Yumie dan Mie Suksess. Kemudian pemain lama yakni merek mi dari Nissin juga masih banyak di pusat perbelanjaan Indonesia, Gekikara Ramen, Nissin Ramen (Mikuya), Top Ramen, UFO, dan Cup Noodles.

(ral/orb)