Penemuan Ular 'Hilang' 150 Tahun di Kutch India

Kabar Internasional

Penemuan Ular 'Hilang' 150 Tahun di Kutch India

Fino Yurio Kristo - detikJabar
Kamis, 08 Okt 2026 19:31 WIB
Ular langka
Ilustrasi (Foto: Gujarat Forest Department).
Bandung -

Penemuan mengejutkan terjadi di distrik Kutch, India. Seorang petugas kehutanan berhasil menemukan seekor ular langka yang keberadaannya tidak pernah tercatat di wilayah tersebut selama lebih dari 150 tahun.

Peristiwa ini bermula saat Jayesh Dumadiya dan timnya tengah melakukan patroli rutin di dekat Kala Dungar, titik tertinggi di Kutch. Awalnya, mereka hanya berniat menangani seekor ular royal berkepala hitam (black headed royal snake) yang memang lazim ditemukan di sana. Namun, di tengah proses tersebut, perhatian mereka teralihkan oleh sosok reptil lain yang tampak asing.

"Ular yang muncul di jalan ini merupakan sesuatu yang baru bagi saya. Jadi saya memotret dan merekam videonya, lalu mengirimkannya kepada para ahli, penyelamat ular, dan ilmuwan," ungkap Dumadiya kepada Indian Express yang dikutip detikINET.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tak butuh waktu lama, para ilmuwan memberikan konfirmasi. Ular yang ditemukan Dumadiya pada malam 6 September itu adalah ular pasir Afro-Asia (Afro-Asian sand snake). Spesies ini tercatat terakhir kali muncul di Kutch pada tahun 1872.

"Terdapat dua atau tiga laporan penampakan sejak saat itu, namun belum dapat dikonfirmasi kebenarannya," ujar Dumadiya terkait reptil semi berbisa tersebut.

Dheeraj Mittal, Konservator Hutan setempat, menjelaskan bahwa kemunculan ular ini terakhir kali dilaporkan saat naturalis Ferdinand Stoliczka melakukan ekspedisi melintasi India pada era 1870-an untuk mengumpulkan spesimen zoologi.

"Ini adalah penampakan langka dan semacam catatan kedua setelah rekam jejak tahun 1872. Terdapat catatan historisnya, namun kami baru berhasil melihat dan merekam reptil tersebut kembali setelah sekian tahun lamanya," tegas Mittal.

Artikel ini sudah tayang di detikInet, baca selengkapnya di sini.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Di balik birunya laut Maratua, sang raksasa lembut menjaga keseimbangan samudra."
[Gambas:Video 20detik] (mso/mso)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads