4 Cara Sederhana Menghilangkan Bau Kucing di Rumah

4 Cara Sederhana Menghilangkan Bau Kucing di Rumah

Tim detikProperti - detikJabar
Minggu, 27 Sep 2026 07:01 WIB
Ilustrasi kucing
Ilustrasi kucing (Foto: Pixabay/Szabolcs Molnar)
Bandung -

Memelihara kucing di rumah memang punya banyak cerita menyenangkan. Tingkahnya bisa menjadi hiburan sekaligus membuat suasana rumah terasa lebih hidup.

Namun, ada satu hal yang kerap luput dari perhatian pemiliknya, yaitu aroma khas kucing. Bau pesing dari kotak pasir, bulu yang menempel di perabotan, hingga aroma makanan bisa membuat ruangan terasa kurang nyaman.

Bagi penghuni rumah, aroma tersebut mungkin sudah tidak terlalu terasa karena terbiasa. Berbeda halnya ketika ada tamu yang datang dan langsung mencium bau kucing di dalam rumah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Karena itu, kebersihan area yang sering digunakan kucing perlu mendapat perhatian lebih. Dilansir detikProperti yang mengutip House Fresh, berikut beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengurangi bau kucing di rumah.

ADVERTISEMENT

1. Maksimalkan Sirkulasi Udara

Cara paling sederhana untuk membantu mengurangi bau adalah membuat udara di dalam rumah terus bergerak. Jendela dan pintu dapat dibuka secara berkala agar udara segar masuk dan membawa aroma tidak sedap keluar.

Sirkulasi yang baik juga membantu mencegah bau menempel terlalu lama pada berbagai permukaan di dalam rumah.

2. Jangan Biarkan Kotak Pasir Menjadi Sumber Bau

Kotak pasir merupakan salah satu sumber aroma paling kuat di rumah yang memiliki kucing. Karena itu, bagian ini perlu dibersihkan secara rutin.

Jika menggunakan kotak pasir sederhana, pasir sebaiknya diganti setidaknya sekali sehari. Rumah dengan beberapa ekor kucing mungkin membutuhkan pembersihan yang lebih sering.

Kotak pasir juga perlu dicuci menggunakan sabun dan air sekitar seminggu sekali. Hindari bahan pembersih dengan kandungan kuat seperti amonia atau pemutih karena dapat berisiko bagi kucing.

Area di sekitar kotak pasir jangan sampai luput. Lantai bisa disedot menggunakan penyedot debu kemudian dipel. Sekop yang digunakan untuk mengambil kotoran juga sebaiknya dibersihkan setiap selesai digunakan.

3. Perhatikan Sofa, Lantai dan Perabotan Favorit Kucing

Kucing tidak hanya meninggalkan bau dari kotak pasir. Bulu dan kotoran yang menempel pada tubuhnya juga bisa berpindah ke sofa, karpet, pakaian, atau perabotan yang sering didatanginya.

Perabotan keras dapat dibersihkan menggunakan campuran cuka putih dan air dengan perbandingan 1:1. Cairan tersebut dapat dioleskan pada permukaan, kemudian digosok secara perlahan dan dibiarkan hingga kering.

Campuran cuka tersebut dapat digunakan pada material seperti logam, plastik, kayu yang tidak dilapisi lilin, kaca, dan kulit. Namun, hindari penggunaannya pada batu alam karena sifat asam cuka dapat merusak permukaan.

4. Jangan Lupakan Perawatan Kucing

Sumber bau juga bisa berasal dari kondisi tubuh kucing. Perawatan yang baik serta pemberian makanan yang sesuai dapat membantu menjaga kondisi bulu dan tubuh kucing.

Masalah seperti bulu rontok, ketombe, hingga kotoran yang berbau juga sebaiknya tidak dibiarkan begitu saja. Jika muncul masalah yang terus berulang, kebutuhan makanan kucing dapat dikonsultasikan dengan dokter hewan.

Dengan membersihkan kotak pasir secara rutin, menjaga perabotan tetap bersih, memperbaiki sirkulasi udara, dan merawat kucing dengan baik, rumah tetap bisa terasa nyaman tanpa harus menghilangkan kesenangan memelihara anabul.

Artikel ini telah tayang di detikProperti.

(iqk/iqk)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads