Dua dekade bukanlah waktu yang singkat untuk sebuah persahabatan intelektual. Di bawah langit Melbourne yang bersahabat pada Senin (13/7), Universitas Indonesia (UI) dan The University of Melbourne kembali merajut komitmen baru, memperpanjang napas kemitraan strategis yang telah mereka bangun selama lebih dari dua puluh tahun.
Rektor UI, Prof. Dr. Ir. Heri Hermansyah, S.T., M.Eng., IPU., memimpin langsung delegasi pimpinan universitas menapaki kampus salah satu universitas terbaik dunia tersebut. Kunjungan ini bukan sekadar seremoni formal, melainkan sebuah langkah konkret yang melahirkan Student Exchange Agreement, sebuah pintu gerbang bagi talenta-talenta muda kedua negara untuk saling bertukar gagasan di panggung global.
Kehadiran delegasi UI disambut hangat oleh jajaran petinggi The University of Melbourne yang dipimpin oleh Interim Vice-Chancellor, Prof. Glyn Davis. Di ruang pertemuan yang penuh keakraban, hadir pula Pro Vice-Chancellor (Global) Prof. Frank Vetere, Pro Vice-Chancellor (Research Partnerships) Prof. Alastair Sloan, serta para dekan. Mereka duduk bersama, menengok kembali capaian masa lalu sembari membentangkan peta jalan untuk masa depan riset dan inovasi yang lebih berdampak.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bagi Prof. Heri Hermansyah, kemitraan internasional yang berkelanjutan adalah napas bagi UI untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan dan memperkuat ekosistem riset. Ia percaya bahwa kolaborasi adalah kunci untuk memperluas dampak inovasi di level dunia.
"Hubungan UI dan The University of Melbourne telah berkembang selama lebih dari dua dekade. Kami ingin membawa kemitraan ini ke tingkat yang lebih tinggi melalui kolaborasi yang semakin erat di bidang pendidikan, riset, inovasi, dan pengembangan talenta. Dengan menggabungkan kekuatan kedua universitas, kami berharap dapat menghasilkan solusi yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat," ujar Prof. Heri dengan optimisme tinggi.
Jejak kolaborasi kedua institusi ini memang telah mengakar kuat. Dari sekadar kerja sama akademik, kini telah bertransformasi menjadi kemitraan institusional yang komprehensif. Publik mungkin paling mengenal program double degree dan joint degree yang tersebar di berbagai fakultas bergengsi UI, mulai dari Fasilkom, FEB, FK, FKG, hingga FIA. Melalui program ini, mahasiswa tak hanya mendapatkan ilmu, tapi juga kebanggaan menyandang gelar dari dua institusi ternama sekaligus.
Sinergi ini pun terus merambah ke berbagai sudut disiplin ilmu. Tengok saja bagaimana FISIP UI dan Faculty of Arts The University of Melbourne pernah berkolaborasi dalam kelas internasional pada 2017-2019. Bahkan pada 2024, FEB UI merayakan dua dekade kemitraan yang telah melahirkan banyak program, mulai dari pertukaran mahasiswa hingga visiting fellows.
Di ranah riset, tajinya semakin terasa sejak 2021 melalui program Partnership in Research Indonesia and Melbourne (PRIME). Fokusnya mulia: memperkuat riset kesehatan ibu, anak, dan remaja. Kini, kerja sama itu telah mekar menjadi jejaring penelitian dan inovasi yang melibatkan berbagai institusi di Indonesia dan Australia.
Langkah UI menggandeng The University of Melbourne adalah langkah yang sangat strategis. Betapa tidak, universitas ini merupakan raksasa pendidikan global. Dalam QS World University Rankings 2027, mereka bertengger di peringkat ke-22 dunia, sekaligus mengukuhkan diri sebagai yang terbaik di Australia. Bahkan pada QS World University Rankings by Subject 2026, mereka menjadi satu-satunya universitas di Australia yang menembus 50 besar dunia di seluruh lima kelompok bidang ilmu utama.
Keunggulan mereka merata di berbagai lini, mulai dari bidang Hukum yang menduduki peringkat 11 dunia, hingga Ilmu Kedokteran, Pendidikan, serta Seni dan Humaniora yang semuanya berada di jajaran elit global. Bagi UI, ini adalah peluang emas untuk terus menyerap standar global dalam pendidikan dan riset.
Sebagai penutup rangkaian pertemuan, kedua universitas menggelar forum bertajuk Research Partnerships for Impact: Celebrating Success and Shaping the Future. Forum ini menjadi ruang refleksi bagi para peneliti dan dekan untuk mengevaluasi apa yang telah berjalan dan membidik peluang riset multidisiplin yang mampu menjawab tantangan zaman.
Kini, UI dan The University of Melbourne telah memasuki fase baru. Sebuah kolaborasi yang lebih terintegrasi, bukan sekadar di atas kertas, melainkan sebuah ikhtiar nyata untuk menghasilkan pengetahuan dan inovasi yang mampu menjawab berbagai tantangan global yang kian kompleks.
(iqk/iqk)
