7 Larangan di Bulan Muharram yang Harus Dihindari Umat Islam

Tya Eka Yulianti - detikJabar
Rabu, 17 Jun 2026 14:04 WIB
Foto: Getty Images/pictafolio
Bandung -

Muharram merupakan bulan pertama dalam kalender Hijriah sekaligus salah satu dari empat bulan haram (bulan suci) yang dimuliakan Allah SWT. Pada tahun ini, 1 Muharram 1448 H bertepatan dengan Selasa, 16 Juni 2026, menandai datangnya Tahun Baru Islam bagi umat Muslim di seluruh dunia.

Di bulan yang mulia ini, umat Islam dianjurkan memperbanyak amal saleh seperti puasa sunnah, sedekah, dzikir, dan membaca Al-Qur'an. Namun selain meningkatkan ibadah, terdapat pula sejumlah larangan yang perlu dihindari agar tidak mengurangi kemuliaan bulan Muharram.

Lantas, apa saja larangan di bulan Muharram yang perlu diketahui umat Islam? Berikut penjelasan lengkap beserta dalilnya.

Muharram Termasuk Bulan Haram yang Dimuliakan Allah

Allah SWT telah menetapkan ada empat bulan haram dalam satu tahun, yaitu Dzulqa'dah, Dzulhijjah, Muharram, dan Rajab.

Hal ini ditegaskan dalam firman Allah SWT pada Surah At-Taubah ayat 36:

اِنَّ عِدَّةَ الشُّهُوْرِ عِنْدَ اللّٰهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِيْ كِتٰبِ اللّٰهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَ مِنْهَآ اَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ۗذٰلِكَ الدِّيْنُ الْقَيِّمُ ەۙ فَلَا تَظْلِمُوْا فِيْهِنَّ اَنْفُسَكُمْ

Artinya:

"Sesungguhnya bilangan bulan di sisi Allah ialah dua belas bulan ... di antaranya ada empat bulan haram. Itulah agama yang lurus, maka janganlah kamu menzalimi dirimu pada bulan-bulan itu." (QS At-Taubah: 36)

Ayat ini menunjukkan bahwa umat Islam diperintahkan menjaga diri dari berbagai dosa dan kemaksiatan selama bulan-bulan haram, termasuk Muharram.

7 Larangan di Bulan Muharram yang Harus Dihindari


1. Berbuat Maksiat dan Dosa Besar

Segala bentuk maksiat dilarang dalam Islam. Namun, para ulama menjelaskan bahwa kemaksiatan yang dilakukan pada bulan haram memiliki dosa yang lebih berat karena kemuliaan waktunya.

Perbuatan maksiat meliputi:

  • Berbohong

  • Ghibah atau menggunjing

  • Menyebarkan fitnah

  • Meninggalkan salat

  • Berbuat curang

  • Menyakiti orang lain

Allah SWT berfirman:

وَجَزٰۤؤُا سَيِّئَةٍ سَيِّئَةٌ مِّثْلُهَا ۚفَمَنْ عَفَا وَاَصْلَحَ فَاَجْرُهٗ عَلَى اللّٰهِ ۗاِنَّهٗ لَا يُحِبُّ الظّٰلِمِيْنَ

Artinya:

"Balasan suatu keburukan adalah keburukan yang setimpal. Akan tetapi, siapa yang memaafkan dan berbuat baik, maka pahalanya dari Allah. Sesungguhnya Dia tidak menyukai orang-orang zalim." (QS Asy-Syura: 40)

2. Berbuat Zalim kepada Diri Sendiri

Allah SWT secara khusus melarang umat Islam menzalimi diri sendiri pada bulan-bulan haram.

Imam Ibnu Katsir dalam tafsirnya menjelaskan bahwa larangan ini mencakup seluruh perbuatan dosa dan maksiat yang merugikan diri sendiri maupun orang lain.

Bentuk kezaliman terhadap diri sendiri antara lain:

  • Mengabaikan kewajiban agama

  • Menuruti hawa nafsu

  • Melakukan perbuatan yang menjauhkan diri dari Allah SWT

Allah SWT berfirman:

وَمَنْ يُرِدْ فِيهِ بِإِلْحَادٍ بِظُلْمٍ نُذِقْهُ مِنْ عَذَابٍ أَلِيمٍ

Artinya:

"...dan siapa yang bermaksud melakukan kejahatan secara zalim, niscaya Kami akan merasakan kepadanya sebagian siksa yang pedih." (QS Al-Hajj: 25)

3. Memulai Permusuhan dan Konflik

Muharram merupakan bulan yang dimuliakan. Karena itu, umat Islam dianjurkan menjaga perdamaian dan menghindari konflik.

Dalam sejarah Islam, memulai peperangan pada bulan haram dipandang sebagai perbuatan yang besar dosanya, kecuali dalam kondisi mempertahankan diri.

Allah SWT berfirman:

"Berperang dalam bulan itu adalah dosa besar." (QS Al-Baqarah: 217)

Makna larangan ini tidak hanya terbatas pada peperangan fisik, tetapi juga pertengkaran, permusuhan, dan tindakan yang merusak persaudaraan.

4. Menyimpan dan Melampiaskan Balas Dendam

Islam mengajarkan umatnya untuk mengedepankan sikap memaafkan dan menahan amarah.

Dalam Tafsir Al-Azhar, Buya Hamka menjelaskan bahwa pada bulan-bulan haram, umat Islam dianjurkan memperkuat ukhuwah dan meninggalkan permusuhan.

Menyimpan dendam hanya akan memperpanjang konflik dan menjauhkan hati dari ketenangan. Sebaliknya, memaafkan merupakan akhlak mulia yang sangat dianjurkan dalam Islam.

5. Berkata Kasar dan Menyakiti Orang Lain

Ucapan yang buruk dapat melukai hati sesama dan merusak hubungan antarmanusia.

Karena itu, bulan Muharram menjadi momentum untuk menjaga lisan dari:

  • Cacian

  • Umpatan

  • Fitnah

  • Perdebatan yang tidak bermanfaat

Rasulullah SAW mengajarkan agar seorang Muslim berkata baik atau diam.

Menjaga lisan juga termasuk bentuk penghormatan terhadap kesucian bulan Muharram.

6. Melakukan Hal yang Tidak Bermanfaat

Muharram merupakan awal tahun Hijriah yang tepat dijadikan momen muhasabah dan memperbaiki diri.

Karena itu, umat Islam dianjurkan menghindari aktivitas sia-sia yang tidak mendatangkan manfaat, seperti:

  • Bermalas-malasan

  • Menghabiskan waktu untuk hal yang tidak berguna

  • Terlalu larut dalam hiburan berlebihan

Sebaliknya, manfaatkan bulan Muharram dengan memperbanyak ibadah dan amal saleh.

7. Mempercayai Mitos Kesialan di Bulan Muharram

Di sebagian masyarakat masih berkembang anggapan bahwa bulan Muharram adalah bulan sial, termasuk keyakinan larangan menikah pada bulan ini.

Padahal, dalam Islam tidak dikenal konsep hari atau bulan sial.

Rasulullah SAW bersabda:

لَا عَدْوَى وَلَا طِيَرَةَ

Artinya:

"Tidak ada penyakit (menular dengan sendirinya) dan tidak ada kesialan." (HR Muslim)

Karena itu, tidak ada larangan menikah pada bulan Muharram. Selama dilaksanakan sesuai syariat, pernikahan tetap merupakan ibadah yang mulia.

Amalan yang Dianjurkan pada Bulan Muharram

Selain menjauhi larangan, umat Islam juga dianjurkan memperbanyak amal saleh selama Muharram, di antaranya:

  • Puasa Muharram

  • Puasa Tasu'a (9 Muharram)

  • Puasa Asyura (10 Muharram)

  • Memperbanyak dzikir dan istighfar

  • Membaca Al-Qur'an

  • Bersedekah

  • Menyambung silaturahmi

Rasulullah SAW bersabda:

"Puasa yang paling utama setelah puasa Ramadan adalah puasa pada bulan Allah, yaitu Muharram." (HR Muslim)

Bulan Muharram bukan sekadar penanda pergantian tahun Hijriah, tetapi juga momentum untuk memperbaiki diri dan meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT.

Dengan menjauhi berbagai larangan di bulan Muharram serta memperbanyak amal saleh, umat Islam diharapkan dapat memulai Tahun Baru Islam 1448 H dengan hati yang lebih bersih dan semangat hijrah menuju kehidupan yang lebih baik.

Semoga Allah SWT menerima amal ibadah kita dan menjauhkan kita dari segala bentuk kemaksiatan di bulan yang mulia ini. Aamiin.



Simak Video "Video: Gimana Kaum Mendang Mending Tetap Waras di Saat Ekonomi Sulit"

(tya/tey)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork