Mengenal Bulan Muharram dan Amalan yang Dianjurkan

Mengenal Bulan Muharram dan Amalan yang Dianjurkan

Nadhifa Aurellia Wirawan - detikKalimantan
Rabu, 03 Jun 2026 13:01 WIB
Muharram adalah awal bulan Tahun Hijriah. Tahun Baru Hijriah atau Tahun Baru Islam dirayakan setiap tahun oleh umat Muslim.  Simak sejarah bulan Muharram!
Foto: Getty Images/iStockphoto/Choreograph
Samarinda -

Bulan Muharram menjadi penanda datangnya tahun baru dalam kalender Hijriah. Bulan ini memiliki kedudukan yang istimewa dalam Islam. Muharram merupakan bulan pertama dalam kalender Hijriah sekaligus termasuk salah satu dari empat bulan haram atau bulan suci yang dimuliakan Allah SWT bersama Dzulqa'dah, Dzulhijjah, dan Rajab.

Keistimewaan Muharram telah disebutkan langsung dalam Al-Qur'an. Allah SWT berfirman:

إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِندَ اللَّهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِي كِتَابِ اللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ۚ ذَٰلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ فَلَا تَظْلِمُوا فِيهِنَّ أَنفُسَكُمْ

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Artinya: "Sesungguhnya bilangan bulan di sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah pada waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah agama yang lurus, maka janganlah kamu menzalimi dirimu dalam bulan-bulan itu." (QS. At-Taubah: 36)

Dalam berbagai kitab tafsir, termasuk karya Imam Ibnu Katsir dan Imam Al-Qurthubi, dijelaskan bahwa bulan-bulan haram memiliki kemuliaan khusus di sisi Allah SWT. Pada bulan-bulan tersebut, umat Islam dianjurkan memperbanyak amal saleh dan menjauhi berbagai bentuk kemaksiatan.

Muharram juga mendapat julukan Syahrullah atau bulan Allah. Sebutan ini menunjukkan betapa istimewanya Muharram dibandingkan bulan-bulan lainnya. Sebagaimana ketika Rasulullah SAW bersabda:

أَفْضَلُ الصِّيَامِ بَعْدَ رَمَضَانَ شَهْرُ اللَّهِ الْمُحَرَّمُ، وَأَفْضَلُ الصَّلَاةِ بَعْدَ الْفَرِيضَةِ صَلَاةُ اللَّيْلِ

Artinya: "Puasa yang paling utama setelah Ramadhan adalah puasa di bulan Allah, Muharram, dan shalat yang paling utama setelah shalat wajib adalah shalat malam." (HR. Muslim).

Amalan yang Dianjurkan di Bulan Muharram

Memasuki bulan Muharram, umat Islam dianjurkan memperbanyak berbagai amal saleh. Selain sebagai bentuk ketaatan kepada Allah SWT, amalan-amalan ini juga sebagai ajang memperbaiki kualitas ibadah di awal tahun Hijriah. Dilansir dari NU Online, berikut amalan-amalan yang bisa dikerjakan di bulan Muharram.

1. Memperbanyak Puasa Sunnah

Salah satu amalan yang paling dianjurkan adalah berpuasa sunnah. Dalam kitab Fathul Bari karya Ibnu Hajar Al-Asqalani dijelaskan bahwa puasa di bulan Muharram memiliki keutamaan yang sangat besar.

Selain berpuasa sepanjang Muharram sesuai kemampuan, terdapat dua hari yang sangat dianjurkan untuk berpuasa, yaitu Tasu'a dan Asyura.

Puasa Tasu'a dilaksanakan pada tanggal 9 Muharram. Rasulullah SAW bersabda:

لَئِنْ بَقِيتُ إِلَى قَابِلٍ لَأَصُومَنَّ التَّاسِعَ

Artinya: "Jika aku masih hidup hingga tahun depan, aku akan berpuasa pada hari kesembilan (Tasu'a)." (HR. Muslim)

Sementara itu, puasa Asyura dilaksanakan pada tanggal 10 Muharram, sebagaimana Rasulullah SAW bersabda:

أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِي قَبْلَهُ

Artinya: "Saya berharap kepada Allah bahwa puasa hari Asyura akan menghapus dosa setahun yang lalu." (HR. Muslim)

Karena itu, banyak ulama menganjurkan berpuasa pada tanggal 9 dan 10 Muharram secara bersamaan agar memperoleh keutamaan yang lebih sempurna.

2. Memperbanyak Sedekah

Muharram juga menjadi waktu yang tepat untuk beramal. Bersedekah kepada fakir miskin, membantu kerabat yang membutuhkan, maupun berbagi makanan kepada sesama termasuk amalan yang dianjurkan.

Dalam berbagai kitab akhlak dan tasawuf, termasuk Ihya Ulumuddin karya Imam Al-Ghazali, dijelaskan bahwa memperbanyak amal kebajikan pada waktu-waktu mulia dapat menjadi sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT.

3. Membaca Al-Qur'an dan Memperbanyak Dzikir

Awal tahun Hijriah dapat dimanfaatkan untuk memperbaiki hubungan dengan Al-Qur'an. Membiasakan membaca Al-Qur'an setiap hari, memahami maknanya, serta mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari menjadi langkah yang sangat baik.

Selain itu, memperbanyak dzikir, istighfar, dan doa juga dianjurkan selama bulan Muharram. Dzikir membantu hati menjadi lebih tenang sekaligus menjadi pengingat kepada Allah SWT di tengah berbagai kesibukan.

4. Menghidupkan Salat Sunnah

Muharram juga sebaiknya dimanfaatkan untuk mulai membiasakan berbagai ibadah sunnah yang mungkin selama ini belum rutin dilakukan.

Beberapa di antaranya adalah salat Dhuha, salat Tahajud, salat Witir, dan berbagai salat sunnah lainnya. Rasulullah SAW menyebut salat malam sebagai salat yang paling utama setelah salat wajib.

Selain memperbanyak ibadah, Muharram juga menjadi waktu yang tepat untuk melakukan muhasabah atau introspeksi diri.

Karenanya, memasuki bulan Muharram berarti memasuki waktu untuk memperbaiki hubungan dengan Allah SWT dan sesama manusia, meninggalkan kebiasaan buruk, serta memperbanyak amal saleh. Yuk, amalkan anjuran-anjuran di atas!

Halaman 2 dari 3


Simak Video "Video Yaqut Tak Bisa Makan Santan, Istri Jenguk ke Rutan Bawa Tempe Goreng"
[Gambas:Video 20detik]
(des/des)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads