Infografis

Ikan Sapu-Sapu: Si Tangguh Penghuni Dasar Air

Tim detikJabar - detikJabar
Rabu, 15 Apr 2026 16:02 WIB
Infografis Ikan Sapu-sapu. (Foto: Visual infografis diolah menggunakan NotebookLM)
Bandung -

Ikan sapu-sapu sering kali dianggap sebagai 'penolong' pembersih lumut di kaca akuarium. Namun, di balik wajahnya yang unik, ikan ini menyimpan profil biologis yang sangat tangguh sekaligus kontroversial ketika berada di perairan bebas Indonesia.

Secara ilmiah, ikan sapu-sapu ini masuk dalam keluarga besar ikan yang memiliki kulit keras (Loricariidae). Meskipun ada beberapa kelompok besar seperti Hypostomus dan Hyposarcus, kelompok yang paling merajai perairan Indonesia adalah kelompok Pterygoplichthys.

Kelompok Pterygoplichthys ini memiliki sekitar 22 jenis yang berbeda. Dua jenis yang paling sering kita temui dan dikenal luas oleh masyarakat, yaitu Pterygoplichthys disjunctivus dan Pterygoplichthys pardalis. Keduanya adalah jenis yang paling sering terlihat di sungai-sungai maupun di toko ikan hias sebagai pembersih kaca.

Morfologi dan Karakteristik

Secara fisik, ikan sapu-sapu memiliki ciri khas yang membuatnya sangat mudah dikenali. Tubuhnya tidak tertutup oleh sisik biasa, melainkan oleh pelat-pelat keras menyerupai pelindung atau armor yang berwarna gelap.

  • Alat Hisap yang Unik: Mulutnya berevolusi menjadi alat penghisap yang memungkinkan mereka menempel kuat pada substrat keras seperti batu untuk memakan alga, tanaman air, dan detritus.
  • Adaptasi Bentos: Tubuhnya yang pipih secara ventral memudahkan mereka hidup di dasar perairan. Di wilayah Sungai Mahakam, masyarakat lokal Suku Kutai bahkan menyebutnya sebagai 'ikan cicak' karena bentuk tubuh dan cara menempelnya yang menyerupai reptil tersebut.
  • Ketahanan Luar Biasa: Ikan ini memiliki kemampuan adaptasi yang sangat baik, bahkan mampu bertahan hidup di lingkungan perairan yang sangat tercemar dengan kadar oksigen rendah.
Ikan sapu-sapu. (Foto: Dok. IPB Digitani)

Biologi Reproduksi: Mengapa Populasinya Meledak?

Salah satu aspek terpenting dalam profil ikan sapu-sapu adalah kemampuan reproduksinya yang masif. Ledakan populasi ikan ini di Indonesia bukanlah tanpa alasan biologis yang kuat.

Menurut penelitian yang dilakukan oleh Dewi Elfidasari et al (2022) dalam jurnal berjudul 'Reproductive Biology of Pleco (Pterygoplichthys pardalis Castelnau, 1855) in Ciliwung River', satu individu betina matang gonad mampu menghasilkan telur (fekunditas) berkisar antara 737 hingga 3.820 butir.

Selain jumlah telurnya yang banyak, penelitian tersebut juga mengungkap bahwa:

  • Ikan sapu-sapu di wilayah seperti Sungai Ciliwung memiliki musim pemijahan sepanjang tahun.
  • Pola pertumbuhannya bersifat allometrik negatif, yang berarti pertambahan panjang tubuhnya terjadi lebih cepat dibandingkan pertambahan beratnya, menjadikannya ikan yang ramping namun sangat lincah di dasar sungai.
  • Indeks Kematangan Gonad (IKG) yang tinggi menjelang pemijahan menunjukkan efisiensi reproduksi yang sangat optimal di habitat tropis Indonesia.



Simak Video "Video Pramono: Ikan Sapu-sapu Dominasi Perairan Jakarta, Populasi Sudah 60%"


(bbp/bbp)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork