3 Hewan Lokal yang Bisa Memangsa Ikan Sapu-sapu

3 Hewan Lokal yang Bisa Memangsa Ikan Sapu-sapu

Fitraya Ramadhanny - detikJabar
Rabu, 06 Mei 2026 05:00 WIB
Petugas gabungan turun langsung ke aliran kali di kawasan Kelapa Gading, Jakarta, Jumat (17/4/2026), untuk melakukan penangkapan ikan sapu-sapu sekaligus membersihkan sampah dan sedimen yang mencemari perairan.
Ikan sapu-sapu (Foto: Muhammad Reevanza/detikfoto)
Bandung -

Ikan sapu-sapu yang kerap ditemukan di sungai-sungai Indonesia sebenarnya bukan spesies asli. Ikan ini berasal dari kawasan Amazon dan tergolong sebagai spesies invasif. Di perairan Indonesia, ikan ini nyaris tidak memiliki pemangsa alami atau setidaknya belum teridentifikasi secara luas.

Spesies ini berasal dari kelompok famili Loricariidae dan tidak hanya menjadi persoalan di Indonesia. Keberadaannya juga menimbulkan masalah di berbagai perairan tawar beriklim hangat di dunia, mulai dari Florida, India, hingga Sri Lanka.

Mengacu pada informasi dari IPB University, Sabtu (25/4/2026), salah satu jenis ikan sapu-sapu, yakni Pterygoplichthys pardalis, memiliki kemampuan berkembang biak yang sangat tinggi. Seekor induk betina mampu menghasilkan hingga 19.000 telur dalam satu kali siklus, dan proses ini dapat terjadi beberapa kali dalam setahun.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Di habitat aslinya di Amazon, populasi ikan ini tetap terkendali karena adanya predator alami seperti buaya caiman, burung kormoran, serta ikan predator seperti common snook dan tarpon. Namun, di luar wilayah tersebut, ikan sapu-sapu cenderung berkembang tanpa hambatan karena minimnya pemangsa.

Kondisi ini mendorong para peneliti di berbagai negara, termasuk Indonesia, untuk mencari kemungkinan adanya predator lokal yang dapat menekan populasi ikan tersebut. Hasilnya menunjukkan bahwa ada beberapa spesies yang berpotensi.

ADVERTISEMENT

Pakar perikanan dan konservasi dari Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan IPB University, Dr. Charles PH Simanjuntak, mengungkapkan bahwa di Indonesia sudah ditemukan ikan yang memangsa sapu-sapu. Menurutnya, hingga saat ini, ikan baung dan ikan betutu menjadi dua spesies yang diketahui mampu berperan sebagai predator alami bagi ikan invasif tersebut.

"Dari sisi kontrol biologis, pemanfaatan predator alami seperti ikan baung dan betutu dapat membantu mengendalikan populasi, meskipun hanya efektif pada fase juvenil ikan sapu-sapu berukuran 0,6-1,0 cm," ujarnya dalam laman IPB University.

Penelitian di Amerika beda lagi. Burung heron biru di Florida misalnya, mereka diketahui memangsa ikan sapu-sapu dalam publikasi riset Noah R Bressman dkk di Jurnal Ichthyology & Herpetology Volume 109 Issue 2 tahun 2021.

Sementara itu dalam jurnal Neotropical Biology and Conservation Volume 13 Issue 3 tahun 2020, Calros A Gaitan et. al. meneliti ikan sapu-sapu di negara Guatemala. Beberapa hewan lokal di Guatemala sudah bisa menjadi predator baru untuk ikan sapu-sapu, yaitu burung nasar hitam atau black vulture (Coragyps atratus), burung bare-throated tiger heron (Tigrisoma mexicanum) dan anjing lokal.

Penelitian predator ikan sapu-sapu juga dilakukan di Sri Lanka oleh Suranjan Karunarathna et. al. Dikutip dari ResearchGate, mereka menemukan fakta bahwa biawak air (Varanus salvator) juga memangsa ikan sapu-sapu.

Kabar baiknya untuk orang Indonesia adalah, Varanus salvator juga merupakan biawak yang umum ditemukan di Indonesia. Semoga biawak di Indonesia juga memburu ikan sapu-sapu, ya detikers!

Meskipun predator asli ikan sapu-sapu di Amazon tidak ada di Tanah Air, semoga lebih banyak lagi predator lokal di Indonesia yang bisa makan ikan sapu-sapu dan membantu manusia mengendalikan populasinya. Ingat-ingat detikers, jangan buang ikan sapu-sapu ke sungai. Lebih baik dimatikan atau dikubur seperti yang dilakukan pihak Pemprov DKI Jakarta.


Artikel ini telah tayang di detikINET. Baca selengkapnya di sini.

(yum/yum)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads