Bulan Ramadan selalu identik dengan lantunan ayat suci Al-Qur'an yang menggema di masjid, musala, hingga rumah-rumah. Salah satu amalan yang paling dinanti adalah tadarus Al-Qur'an, yakni kegiatan membaca dan mempelajari firman Allah secara bersama-sama. Tradisi ini bukan sekadar rutinitas tahunan, tetapi momentum untuk memperdalam pemahaman, menenangkan hati, dan memperkuat keimanan.
Secara bahasa, tadarus berasal dari kata Arab tadarrasa yang berarti saling mempelajari. Namun dalam praktik di Indonesia, istilah ini kerap dimaknai sebatas membaca atau tilawah Al-Qur'an. Meski demikian, membaca Al-Qur'an tetap memiliki nilai ibadah yang besar, terlebih jika dilakukan dengan persiapan dan adab yang baik sebelum memulainya.
Persiapan yang baik itu, di antaranya dengan melaksanakan apa yang disenangi oleh syariat. Hal ini berkaitan dengan etika dan ajaran yang terdapat di dalam Islam.
Yahya bin Syaraf bin Muri bin Hasan bin Husain bin Muhammad bin Jum'ah bin Hizam al-Hizami an-Nawawi, atau yang dikenal sebagai Imam Nawawi (631-676 H), menulis sebuah kitab berjudul Al-Tibyaan fi Adaabi Hamlatil Qur'an. Di dalamnya, disebutkan beragam persiapan yang baik dan disenangi ketika seseorang hendak membaca, bahkan mempelajari Al-Qur'an.
7 Hal yang Disenangi Sebelum Mulai Tadarus Al-Qur'an
Poin-poin dalam artikel ini merupakan nukilan ringkas dari kitab Imam Nawawi tersebut. Semoga bermanfaat bagi umat muslim sebelum membaca kitab suci Al-Qur'an:
1. Disarankan Bersiwak
Dalam bab keenam kitab Al-Tibyaan fi Adaabi Hamlatil Qur'an disebutkan bahwa seseorang sangat disenangi apabila sebelum membaca Al-Qur'an bersiwak atau membersihkan giginya dengan siwak.
Siwak adalah alat pembersih gigi tradisional berupa batang atau akar pohon arak (Salvadora persica) yang umum digunakan di Timur Tengah. Alat ini berfungsi membersihkan mulut, mengurangi plak, dan melawan bakteri karena kandungan alaminya.
Namun, Imam Nawawi memberikan kelonggaran. Membersihkan mulut tidak melulu harus dengan siwak, melainkan boleh menggunakan sarana lain. Hal yang terpenting adalah mulut dalam keadaan bersih.
Jika ingin menggunakan siwak, Imam Nawawi memberikan petunjuk doa saat bersiwak. Doanya:
"Ya Allah, berikanlah kepadaku keberkahan padanya (siwak), wahai Engkau yang Maha Pengasih."
2. Membaca Al-Qur'an dalam Keadaan Suci dari Hadas
Sangat dianjurkan membaca Al-Qur'an dalam keadaan suci dari hadas, baik hadas kecil dengan cara berwudu terlebih dahulu, maupun hadas besar (junub) dengan cara mandi wajib. Jika tidak ditemukan air, tayamum dapat menjadi pengganti.
"Sangat disenangi, apabila seseorang membaca Al-Qur'an sementara dirinya dalam keadaan suci. Namun, jikapun berhadas, boleh-boleh saja membaca Al-Qur'an sebagaimana ijma' kaum muslim. Dan hadits tentang itu banyak tersebar," tulis Imam Nawawi.
Imam Nawawi lantas mengutip pernyataan Imam Haramain yang menyebutkan bahwa membaca Al-Qur'an dalam keadaan berhadas tidaklah makruh, melainkan sebatas tidak afdal atau meninggalkan keutamaan.
(tya/tya)