Warga Kampung Gumelar, Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, menagih janji Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka terkait perbaikan tanggul aliran Sungai Cipalabuan.
Tuntutan ini tegas disuarakan setelah permukiman mereka kembali tenggelam oleh luapan banjir setinggi hampir dua meter pada Minggu (24/5/2026) petang kemarin.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ketua RW 22 Kampung Gumelar, Reza Ramdan, menyebut bahwa janji perbaikan tanggul dan pengerukan sungai itu sudah disampaikan sejak akhir 2024. Namun, hingga bencana kembali berulang, realisasi di lapangan belum ada, pun begitu dengan rencana pengerukan.
"Dari semenjak Desember 2024, ini sudah ditinjau langsung oleh Wakil Presiden dan Bupati juga ke sini. Tapi sampai hari ini, 2026, belum ada perbaikan apa pun," tegas Reza saat ditemui di lokasi, Senin (25/5/2026).
Akibat jebolnya tanggul penahan di persimpangan aliran Sungai Cigangsa dan Sungai Cipalabuan, air dengan mudah menjebol daratan. Ketinggian air kali ini bahkan memaksa warga mengevakuasi diri ke tempat yang lebih tinggi.
"Ya, kalau untuk di sini kurang lebih 1,7 meter hampir 2 meter. Warga pada mengungsi. Ada yang di masjid, ada di rumah tetangga yang atas," ungkap Reza. Ia menambahkan, sedikitnya ada 6 Kepala Keluarga (KK) di area bibir sungai yang selalu terendam setiap kali hujan deras turun.
Janji Pengerukan Tinggal Rencana
Menurut informasi yang diterima warga, wewenang perbaikan tanggul ada di tangan PSDA Provinsi Jawa Barat. Sayangnya, tindakan pencegahan hanya mandek di atas kertas.
"Dari masalah pengerukan sungai juga dari tahun kemarin hanya rencana-rencana saja. Katanya dari PSDA Provinsi kewenangannya, tapi ditunggu-tunggu sampai sekarang belum ada tindakan," keluh Reza.
Lambannya pemerintah merespons kondisi kritis ini membuat warga terus dihantui ketakutan. Pasalnya, di lokasi luapan yang sama, arus mematikan pernah merenggut nyawa warga pada awal tahun lalu.
"Titik yang tahun kemarin (Maret 2025) terjadi itu ada 2 orang meninggal dunia. Ini meluap terus tiap hujan juga," ucapnya.
Kini, warga hanya meminta pemerintah segera mengeksekusi pembangunan tanggul sebelum jatuh korban jiwa berikutnya. Urusan teknis, warga pasrahkan sepenuhnya kepada pihak yang berwenang.
"Harapannya saya ke pemerintah untuk serius lah membangun. Kalau misalkan ini kajiannya seperti apa ya itu kita serahkan kepada pemerintah," pungkas Reza.
(sya/sud)
