Suasana hangat dan ramah menjadi wajah awal Hotel Mumbai, sebuah film drama thriller yang terinspirasi dari kisah nyata serangan teror di India. Cerita bergerak pelan namun menekan, membawa penonton masuk ke dalam satu malam panjang yang mengubah hidup banyak orang selamanya.
Film ini dibintangi Dev Patel sebagai Arjun, seorang pelayan hotel yang berdedikasi. Armie Hammer tampil sebagai David, tamu hotel asal Amerika, didampingi Nazanin Boniadi, Anupam Kher, Jason Isaacs, Alex Pinder, Suhail Nayyar, Tilda Cobham-Hervey, serta Natasha Liu Bordizzo yang menghidupkan berbagai sudut pandang dalam tragedi tersebut. Hotel Mumbai dijadwalkan tayang di Bioskop Trans TV, Minggu (8/2/2026) pukul 21.00 WIB.
Sinopsis Film Hotel Mumbai di Bioskop Trans TV
Arjun menjalani hari kerja seperti biasa di hotel mewah Taj Mahal Palace, melayani tamu dari berbagai negara dengan keramahan khas. Prinsip pelayanan yang ditanamkan manajemen membuat para staf selalu mengutamakan tamu, apa pun kondisi yang terjadi.
Situasi berubah drastis ketika sekelompok teroris bersenjata menyerang kawasan Mumbai. Dentuman senjata dan ledakan memecah ketenangan hotel, menjebak para tamu dan karyawan di dalam gedung megah yang mendadak menjadi medan teror.
Arjun terjebak dalam dilema besar. Di satu sisi, ia ingin menyelamatkan diri, namun di sisi lain nuraninya mendorong untuk membantu para tamu yang ketakutan. Bersama beberapa rekan kerja, ia berusaha mengevakuasi orang-orang melalui jalur tersembunyi sambil menghindari para penyerang.
Sementara itu, David dan istrinya harus bertahan hidup di dalam kamar bersama bayi mereka. Ketegangan terus meningkat saat komunikasi terputus dan bantuan tak kunjung datang. Setiap suara langkah di lorong menjadi ancaman yang bisa berujung maut.
Di ruang lain, para staf senior memilih bertahan meski nyawa menjadi taruhan. Loyalitas, keberanian, dan rasa kemanusiaan diuji di tengah situasi tanpa kepastian. Hotel yang semula simbol kemewahan berubah menjadi labirin penuh ketakutan.
Seiring berjalannya waktu, tekanan mental dan fisik semakin berat. Para korban harus membuat keputusan cepat dengan informasi terbatas, sementara para teroris terus mempersempit ruang gerak mereka.
Cerita berhenti di tengah ketegangan yang belum usai. Mampukah para tamu dan staf keluar dari mimpi buruk tersebut, dan sejauh mana keberanian manusia mampu bertahan di hadapan teror tanpa ampun? Jawabannya menanti penonton yang mengikuti film ini hingga akhir.
(iqk/iqk)