Sering Menunda Pekerjaan? Kenali Prokrastinasi dan Cara Menghentikannya

Sering Menunda Pekerjaan? Kenali Prokrastinasi dan Cara Menghentikannya

Jilan Salsabila - detikJabar
Jumat, 23 Jan 2026 05:00 WIB
Seorang pria memegang sepeda motor mainan di meja kerjanya.
Ilustrasi (Foto: Thinkstock)
Bandung -

Saat mengerjakan tugas, terkadang muncul keinginan untuk menundanya. Kebiasaan ini bisa dialami siapa saja, mulai dari pelajar hingga pekerja. Awalnya terlihat sepele, namun jika dilakukan terus-menerus, beban kerja akan menumpuk dan memicu stres.

Prokrastinasi adalah kebiasaan menunda pekerjaan. Perilaku ini bukanlah sifat permanen dan bisa diubah melalui beberapa langkah, mulai dari pengelolaan waktu hingga meminimalisasi gangguan. Simak penjelasan lengkap mengenai penyebab, dampak, dan cara mengatasi prokrastinasi berikut ini.

Apa Itu Prokrastinasi?

Prokrastinasi adalah tindakan menunda pengerjaan tugas hingga menit terakhir atau melewati tenggat. Berdasarkan penelitian Sirois (2023) dalam jurnal Procrastination and Stress, prokrastinasi sering digunakan sebagai strategi penghindaran untuk mengatasi emosi negatif terkait tugas. Namun, hal ini justru memicu stres tambahan akibat evaluasi diri yang negatif.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Penyebab Prokrastinasi

1. Kurang Motivasi

Motivasi merupakan salah satu pendorong utama seseorang untuk melakukan suatu hal. Kurangnya motivasi sangat berpengaruh terhadap munculnya prokrastinasi. Ketika motivasi rendah, seseorang cenderung tidak bersemangat, kehilangan dorongan, dan akhirnya menunda penyelesaian pekerjaan.

2. Sulit Konsentrasi

Dalam mengerjakan tugas atau pekerjaan, konsentrasi sangat dibutuhkan agar hasil yang diperoleh optimal dan minim kesalahan. Namun, berbagai gangguan yang menghambat fokus dapat menyebabkan konsentrasi menurun, sehingga pekerjaan menjadi tertunda.

ADVERTISEMENT

3. Perfeksionis

Sikap perfeksionis juga dapat menjadi penyebab prokrastinasi. Keinginan untuk menghasilkan sesuatu yang sempurna sering kali membuat seseorang takut memulai pekerjaan karena khawatir hasilnya tidak sesuai harapan. Kondisi ini dapat memicu stres dan berujung pada penundaan.

4. Kurang Percaya Diri

Kurangnya rasa percaya diri turut berkontribusi terhadap perilaku menunda pekerjaan. Melansir Himanika Universitas Brawijaya, individu dengan kepercayaan diri rendah cenderung menyepelekan kemampuannya sendiri, merasa cemas, dan akhirnya kehilangan semangat untuk menyelesaikan tugas.

5. Manajemen Waktu yang Buruk

Ketidakmampuan mengelola waktu dengan baik sering kali membuat seseorang merasa masih memiliki banyak waktu. Akibatnya, pekerjaan ditunda hingga akhirnya menumpuk dan menimbulkan rasa kewalahan saat mendekati tenggat waktu.

6. Adanya Gangguan

Gangguan dari lingkungan sekitar, seperti suara bising, penggunaan ponsel berlebihan, atau kondisi ruang yang tidak nyaman, dapat menghambat fokus. Hal ini membuat pekerjaan sulit diselesaikan dan akhirnya ditunda ke waktu lain.

Dampak Negatif Prokrastinasi

malas kerjaIlustrasi Foto: shutterstock

1. Pekerjaan Menumpuk

Menunda pekerjaan menyebabkan tugas yang seharusnya selesai justru bertambah banyak. Akibatnya, beban pekerjaan menjadi semakin berat.

2. Stres

Prokrastinasi dapat meningkatkan tingkat stres. Pekerjaan yang menumpuk ditambah waktu yang semakin sempit membuat tekanan mental semakin besar.

3. Kesehatan Memburuk

Penundaan pekerjaan dalam jangka panjang dapat berdampak pada kesehatan. Stres berkepanjangan dan kurang tidur akibat mengejar deadline dapat menurunkan kondisi fisik dan mental.

4. Menurunnya Produktivitas

Mengutip dari laman Mangalyatan University Online, prokrastinasi menghabiskan waktu yang seharusnya dimanfaatkan untuk menyelesaikan tugas. Hal ini berdampak langsung pada penurunan produktivitas.

5. Pekerjaan Tidak Maksimal

Pekerjaan yang dilakukan mendekati tenggat waktu sering kali tidak memberikan hasil terbaik. Keterbatasan waktu membuat kualitas pekerjaan menjadi kurang maksimal.

Cara Mengatasi Prokrastinasi

1. Mengetahui Alasan Menunda

Langkah awal untuk mengatasi prokrastinasi adalah memahami alasan di balik kebiasaan menunda. Dengan mengetahui penyebabnya, solusi yang tepat dapat ditentukan secara lebih efektif.

2. Manajemen Waktu

Manajemen waktu yang baik membantu seseorang mengatur jadwal dan membagi tugas dengan lebih terstruktur, sehingga pekerjaan tidak mudah tertunda.

3. Prioritaskan Tugas

Mengutip dari Coursera, membuat jadwal harian atau mingguan serta menentukan skala prioritas dapat membantu menyusun pekerjaan secara lebih terarah. Metode pengerjaan dapat disesuaikan dengan karakter masing-masing individu.

4. Tetap Termotivasi

Motivasi positif dari dalam diri sangat penting untuk melawan prokrastinasi. Lakukan pekerjaan dengan tujuan untuk berkembang, bukan karena takut gagal atau dinilai orang lain.

5. Jauhkan Gangguan

Mengurangi gangguan dapat membantu meningkatkan fokus. Beberapa cara yang bisa dilakukan antara lain mematikan televisi, membatasi penggunaan ponsel, atau memilih tempat kerja yang nyaman dan kondusif.

6. Istirahat yang Cukup

Pastikan tubuh mendapatkan waktu istirahat yang cukup. Kondisi fisik yang prima membantu menjaga fokus dan mengurangi keinginan untuk menunda pekerjaan.

7. Jangan Menunggu Mood

Menunggu mood sering kali justru memperpanjang penundaan. Sebaliknya, mood biasanya akan muncul setelah mulai mengerjakan tugas.

8. Bangun Kebiasaan Baik yang Konsisten

Kebiasaan baik dapat dibentuk secara bertahap. Mulailah dengan mengerjakan satu tugas tanpa distraksi dalam waktu tertentu secara konsisten agar kebiasaan produktif dapat terbentuk.

Halaman 2 dari 2
(iqk/iqk)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads