Program 'Beca Mang Odik' Jadi Inovasi Perkuat Pendidikan di Jabar

Program 'Beca Mang Odik' Jadi Inovasi Perkuat Pendidikan di Jabar

Angga Laraspati - detikJabar
Jumat, 04 Nov 2022 14:00 WIB
Program Beca Mang Odik Jadi Inovasi Perkuat Pendidikan di Jabar
Foto: Dok. Disdik Jabar
Jakarta -

Cabang Dinas Pendidikan (Cadisdik) Wilayah I Jawa Barat menghadirkan inovasi bernama 'Beca Mang Odik'. Program ini diterapkan di seluruh sekolah jenjang SMA/SMK dan SLB khusus di Wilayah I Jabar tepatnya Kabupaten Bogor.

Beca Mang Odik merupakan program unggulan Cadisdik Wilayah I guna mengangkat segala potensi positif, baik melalui penguatan kearifan lokal serta seluk beluk dunia pendidikan. Dengan harapan dapat dijadikan sumber informasi maupun rujukan bagi masyarakat.

Plt Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Kacadisdik) Wilayah I Jabar, Nonong Winarni mengungkapkan menghadirkan inovasi menjadi sebuah keniscayaan di tengah sejumlah disrupsi yang dihadapi dewasa ini.


Terlebih visi Dinas Pendidikan Jawa Barat yang merupakan panduan utama bagi seluruh satuan pendidikan, memiliki semangat mewujudkan akselerasi pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) yang cerdas dan berakhlak mulia serta menguasai ilmu pengetahuan.

"Nama unik khas Sunda, Beca Mang Odik ini terinspirasi dari visi Jawa Barat. Program ini diharapkan memberikan manfaat dan berkontribusi mewujudkan Jawa Barat Juara Lahir Batin dengan Inovasi dan Kolaborasi," ujar Nonong dalam keterangan tertulis, Jumat (4/11/2022).

Lewat Beca Mang Odik, Nonong menjelaskan sekolah untuk jenjang SMA/SMK dan SLB diharapkan mampu menghidupkan learning community alami dalam entitas guru atau tenaga kependidikan (GTK).

Beca Mang odik juga memiliki filosofi mendorong dari belakang, seperti yang lazim dilakukan oleh penarik Becak.

Pada pelaksanaannya, Beca Mang Odik ditayangkan melalui media audio visual dengan ragam yang bisa dipilih, termasuk juga tema yang ditayangkan. Setiap sekolah, juga bebas menentukan tema dan ragam media audio visual yang akan ditampilkan sepanjang sesuai dengan ketentuan khusus.

"Intinya penayangan program BMO melalui media audio visual dengan ragam yang bisa dipilih pada ketentuan khusus. Program ini diikuti oleh seluruh sekolah di Wilayah I Jawa Barat baik itu SMA, SMK maupun SLB," ungkap Nonong.

Terkait saluran yang dapat dimanfaatkan dalam audio visual tersebut, sekolah dapat memilih berbagai jenis media baik melalui podcast, talk show narasumber atau tokoh, diskusi pendidikan dengan terkait persoalan kekinian atau informasi up date, paparan narasi bahkan stand up comedy.

"Jadi salurannya jelas melalui media audio visual, apakah itu melalui podcast, talk show dengan tokoh, diskusi, bahkan stand up comedy yang semuanya bisa ditayangkan secara audio visual," tambahnya.

Disinggung terkait kriteria materi penayangan, Dia menjelaskan terdiri dari 40% materi yang dapat menunjang nuansa budaya Jawa Barat, 20% info sekolah, dan 40% hiburan. Cadisdik Wilayah I Jabar juga memberikan keleluasaan tema melalui kriteria khusus yang dapat menjadi alternatif pilihan atau acuan penayangan penyajian bagi tiap sekolah.

Adapun tema yang dipilih setiap sekolah, seperti kegiatan religius, praktik unggulan dalam proses pembelajaran, profil dan tokoh inspiratif baik dari lingkungan siswa, GTK maupun tokoh di wilayah sekolah dan sekitarnya.

Tema penayangan juga dapat dipilih dari sejarah, seni budaya, sosial ekonomi yang menarik, serta budaya kearifan lokal di wilayah setempat. Untuk menjaga kualitas hasil program, tak hanya membatasi durasi tayangan setiap program dengan maksimal durasi 30 menit, penerapan program Beca Mang Odik juga sepenuhnya diserahkan segala tanggung jawabnya kepada tim pengelola IT.

"Di samping itu ada aturan yang wajib dipatuhi seluruh sekolah agar tetap menjaga kaidah kesopanan, tidak mengandung unsur SARA yakni suku, agama, ras, antargolongan, perundungan, pornografi dan pornoaks. Kemudian batas pengiriman video juga kami atur dengan ditetapkan seminggu sebelumnya harus dikirim ke tim kreatif dan dilanjutkan ke tim seleksi. Hal itu tak lain untuk menjaga kualitas tayangan termasuk penyempurnaan jika ada yang harus disempurnakan tim pengelola IT," kata Nonong.

Nonong menambahkan grand design dari program Becak Mang Odik di samping menggali potensi satuan pendidikan dan langkah nyata mencetak generasi unggulan, hasil dari program tersebut juga diharapkan dapat menjadi rujukan sumber informasi bagi masyarakat luas.

"Semoga ini dapat menjadi sumber informasi rujukan bagi masyarakat yang mudah diakses. Misalnya ingin mengetahui program unggulan proses pembelajaran, seni budaya, info sekolah, termasuk juga informasi-informasi lain seputar dunia pendidikan yang dapat menjadi bahan informasi bagi masyarakat," imbuhnya.

(akd/ega)