Keistimewaan PLTA Plengan di Bandung yang Sudah Berusia Satu Abad

Keistimewaan PLTA Plengan di Bandung yang Sudah Berusia Satu Abad

Yuga Hassani - detikJabar
Selasa, 04 Okt 2022 05:00 WIB
PLTA Plengan.
PLTA Plengan (Foto: Yuga Hassani/detikJabar).
Kabupaten Bandung -

Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Plengan di Desa Pulosari, Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung telah berdiri sejak zaman kolonial Belanda, yakni pada tahun 1922 silam. Namun, hingga saat ini PLTA tersebut masih berfungsi dan masih kokoh.

Pantauan detikJabar, di PLTA tersebut terdapat salah satu gedung power house yang isinya terdapat pembangkit listrik dan beberapa turbin. Air yang mengalir ke PLTA Plengan bersumber dari Situ Cileunca bersama dengan dua PLTA lainnya, yaitu Lamajang dan Cikalong.

PLTA tersebut memproduksi listrik untuk Jawa hingga Bali. Turbin yang ada di power house PLTA Plengan terdapat lima buah turbin.


"Ada pembaharuan, yang awalnya hanya 3 unit, terus tahun 1962 ditambah 1 unit dengan kapasitas 2 Mega dan 1996 ditambah lagi 1 unit dengan kapasitas 1,6 Mega, itu mungkin yang akan kita tambah dayanya agar airnya bisa masuk lebih besar lagi," ujar Direktur Utama PLN Indonesia Power Edwin Nugraha Putra, saat ditemui detikJabar, Senin (3/10/2022).

"Jadi situ-situ yang dibangun harus tetap dipelihara agar pasokan airnya terus masuk dan ada, serta bisa tersalurkan dengan baik," ucap dia menambahkan.

Pihaknya menjelaskan bangunan tersebut telah berdiri pada 1922 silam. Kemudian hingga saat ini masih kokoh berdiri dan berfungsi dengan baik.

"Ini merupakan sebuah unit yang dibangun pada tahun 1922, kalau dibandingkan dengan yang di Saguling sangat jauh sekali, tapi yang paling utama itu kita pelihara unit tersebut agar bisa terus bertahan hingga generasi yang akan datang," katanya.

Edwin mengaku telah berencana melakukan penambahan dari pasokan airnya. Sehingga bisa dialirkan secara maksimum.

"Sementara kemungkinan yang ada kita perbesar pasokan airnya, supaya kemampuannya yang tadi ada 2MW di unit 4 bisa maksimum seperti harapan," ucapnya.

Edwin mengungkapkan sistem kerja dari PLTA ini sudah banyak berubah. Saat ini sistemnya bisa dioperasikan secara daring.

"Jadi hasilnya sangat baik, jadi sangat berbeda ketika pertama dibangun 1922, sekarang kita pakai secara online, kalau dulu operatornya harus melakukan kegiatan fisik, sekarang tidak ada lagi," tuturnya.

Dia menambahkan hingga saat ini renewable energy (energi terbarukan) terus digaungkan di mana-mana. Menurutnya adanya PLTA Plengan merupakan suatu bukti itu.

"Ini adalah bukti nyata bahwa Indonesia itu sudah memiliki renewable energy sudah sejak lama sudah 100 tahun lalu, dan kita mampu memelihara energi itu, saya tetap yakin ini bisa dibangun dimana-mana di tempat lain juga bisa dibangun," ujarnya.

(mso/mso)