Dua orang pemabuk melakukan pemukulan kepada korban inisial MA (20), di wilayah Kecamatan Majalaya, Kabupaten Bandung. Aksi meresahkan tersebut terekam kamera CCTV dan videonya viral di sosial media.
Dari video yang dilihat detikJabar, nampak dua pemuda tersebut melakukan pemukulan kepada korban. Beberapa warga terlihat mencoba melerai aksi yang dilakukan oleh dua pemuda tersebut.
Aksi meresahkan tersebut di Kampung Cidawolong, Desa Biru, Kecamatan Majalaya, Kabupaten Bandung, Rabu 21 Oktober 2026. Polisi langsung bergerak melakukan penyelidikan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Iya kejadiannya Rabu 21 oktober 2026 sekira pukul 16.00 WIB," ujar Kapolsek Majalaya, Kompol Asep Dedi, kepada detikJabar, Kamis (22/10/2026).
Pihaknya menjelaskan peristiwa itu dilakukan oleh pria inisial RAP (25), dan RA (24). Keduanya nekat mengkonsumsi minuman keras (miras) secara bersama-sama.
"Aksi itu bermula saat RAP (25) diajak minum oleh pekerjanya yang berinisial RA (24) minum minuman beralkohol," katanya.
Dia menyebutkan pria inisial RAP baru pertama kali mengkonsumsi minuman beralkohol.
"Pelaku inisial RAP yang baru pertama minum minuman beralkohol tidak terkendali dan apa yang ada di sekitarnya dia ajak berkelahi. Karena tidak dapat mengontrol emosi akibat minum minuman beralkohol," jelasnya.
Asep menyebutkan pria inisial RAP merupakan salah satu pemilik toko di Majalaya. Kemudian pria inisial RA merupakan pekerjanya dari toko tersebut.
"Jadi satu bosnya, dan satunya lagi pekerjanya," bebernya.
Adanya peristiwa tersebut membuat polisi langsung bergerak melakukan pencarian kedua orang tersebut. Hasilnya keduanya bisa diamankan di kediamannya Kampung Cangkuang, Desa Biru, Kecamatan Majalaya, Kabupaten Bandung.
"Setelah kami lakukan penyelidikan, kedua pelaku bisa kami amankan pada malam harinya sekitar pukul 21.00 WIB," bebernya.
Dia menambahkan saat ini kedua pelaku masih dilakukan pemeriksaan di Mapolsek Majalaya. Hal tersebut dilakukan supaya mengetahui motif dari kejadian meresahkan itu.
"Korban mengalami luka memar pada muka. Terus para pelaku masih kami periksa," pungkasnya.
(yum/yum)
