Round-up

Serangan Massa Aksi Lukai 16 Polisi di Dago Bandung

Tim detikJabar - detikJabar
Kamis, 22 Okt 2026 09:00 WIB
Ilustrasi api (Foto: Getty Images/wirot pathi)
Bandung -

Malam mencekam terjadi di Persimpangan Dago-Sulanjana, Kota Bandung, Rabu (21/10/2026). Truk Dalmas polisi yang melintas tiba-tiba diserang sekelompok massa. Batu, kembang api, petasan hingga bom molotov dilontarkan ke arah kendaraan dinas tersebut. Akibat serangan itu, 16 anggota polisi dilaporkan terluka.

Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Dedi Supriyadi mengatakan, belasan anggotanya mengalami luka dengan tingkat keparahan berbeda, mulai dari luka ringan hingga luka berat. Seluruh korban telah dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis.

"Ada 16 anggota kita yang terluka, baik luka ringan ataupun luka berat. Mereka sudah dibawa ke rumah sakit," kepada awak media, Rabu (21/10/2026).

Dari total 16 anggota yang terluka, empat di antaranya mengalami luka berat. Mereka adalah Bripda E, Aipda YS, Bripda YIM, dan Bripka AH. Cedera yang dialami meliputi dislokasi hingga luka sobek.

Sementara itu, anggota yang mengalami luka ringan yakni Bripka RA, Bripka IA, Aipda FA, Aipda AR, Bripka AG, Bripda F, Bripda AF, Bripda RF, Bripda AF, Bripda FA, Bripda AA, dan Bripda EF.

Dedi mengatakan, situasi di lokasi kejadian kini telah kondusif. Meski demikian, kepolisian tetap menempatkan personel untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

"Situasi sudah kondusif. Namun kita tetap menempatkan anggota untuk memastikan Kamtibmas," ucapnya.

Menurut Dedi, penyerangan terhadap truk Dalmas tersebut terjadi secara tiba-tiba. Sekelompok massa datang dan melancarkan serangan menggunakan berbagai benda, termasuk batu, kembang api, petasan, hingga bom molotov.

"Tiba-tiba diserang oleh rombongan, kemudian dengan melempari batu. Melempari batu, kemudian melempari kembang api dan petasan, sama bom molotov," tuturnya.

Terkait insiden tersebut, Polrestabes Bandung masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap pihak-pihak yang terlibat. Polisi juga berupaya mengejar pelaku penyerangan.

"Intinya kasus ini akan kita lidik secara saintifik dan investigasi," pungkasnya.




(yum/yum)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork