Misteri Pria Tergeletak dengan Tangan Terikat di Cimenyan

Round Up

Misteri Pria Tergeletak dengan Tangan Terikat di Cimenyan

Tim detikJabar - detikJabar
Sabtu, 17 Okt 2026 09:00 WIB
Ilustrasi TKP
ilustrasi (Foto: Getty Images/gorodenkoff)
Bandung -

Sunyi malam di kawasan Kecamatan Cimenyan, Kabupaten Bandung, mendadak pecah oleh kepanikan warga. Di bahu jalan yang sepi, seorang pria berinisial AH (41) ditemukan tergeletak tak berdaya. Kondisinya mengenaskan; kedua tangannya terikat kuat dan mulutnya tertutup rapat oleh lilitan lakban.

Kapolsek Cimenyan, Kompol Deni Muhtamar, mengonfirmasi bahwa laporan warga masuk sekitar pukul 21.00 WIB. Petugas segera meluncur ke lokasi untuk menyelamatkan pria yang tampak kehilangan kesadaran tersebut.

"Iya ada warga nemuin korban di pinggir jalan sekitar jam 9 malam tadi. Terus laporan ke kami," ujar Deni, Jumat (16/10/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tanpa membuang waktu, polisi langsung mengevakuasi AH ke Rumah Sakit Santo Yusup, Kota Bandung. Meski ditemukan dalam keadaan terikat layaknya korban kekerasan berat, hasil pemeriksaan medis justru menunjukkan fakta yang berbeda. Tim dokter tidak menemukan adanya luka bekas penganiayaan fisik pada tubuh AH.

ADVERTISEMENT

"Hasil dari pemeriksaan dokter tidak ada luka kekerasan pada tubuh korban. Kemudian tadi malam pas sudah sadar, korban sudah dibawa pulang oleh keluarganya," katanya.

AH sempat didera syok berat hingga tak mampu berucap sepatah kata pun sesaat setelah siuman. Namun, seiring kondisi fisiknya yang mulai stabil, tabir gelap di balik insiden ini mulai tersingkap. AH bercerita kepada penyidik bahwa petaka yang dialaminya bermula dari kawasan Coblong, Kota Bandung.

"Jadi dari pengakuan awal kejadiannya di Coblong, Kota Bandung. Terus korban diduga dibuang di area sepi di Cimenyan," jelasnya.

Deni memaparkan, dugaan sementara motif di balik aksi ini adalah persoalan kemitraan proyek yang berujung pahit. AH disinyalir menjadi korban penipuan dengan kerugian mencapai Rp50 juta. Sebelum dibuang di Cimenyan, korban dipaksa ikut berputar-putar di dalam mobil oleh dua orang terduga pelaku. Di tengah perjalanan, ia dicekoki minuman hingga jatuh pingsan.

"Tapi mungkin hanya diminta uang, atau apa mereka mungkin ada persoalan lain ndak tahu apa. Akhirnya mungkin diajak muter-muter Kota Bandung, akhirnya dia dikasih minuman terus dia tidak sadarkan diri gitu," ungkapnya.

"Korban diajak muter-muter sama terduga pelaku menggunakan mobil. Terus ketika sudah di tempat sepi (Cimenyan), korban langsung diduga dibuang di pinggir jalan," tambahnya.

Meski sempat disekap dan dibuang, AH tidak kehilangan harta bendanya. Dompet dan ponsel miliknya ditemukan masih utuh di lokasi kejadian, memperkuat dugaan bahwa pelaku hanya ingin memberikan tekanan atau terkait langsung dengan sengketa uang proyek tersebut.

"Cuma kondisi ditemukannya terikat lakban di bagian mulut dan tangan dilakban," kata Deni.

Hingga saat ini, AH belum melayangkan laporan resmi. Mengingat titik awal kejadian berada di jantung Kota Bandung, Polsek Cimenyan mengarahkan korban untuk menempuh jalur hukum melalui Polsek Coblong atau Polrestabes Bandung.

"Kami arahkan kalau memang dia (korban) buat laporan itu di Polrestabes Bandung atau Polsek Coblong. Karena awal kejadiannya di Coblong. Lokasi kami hanya penemuan aja," pungkasnya.



(wip/dir)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads