Pria Ditemukan Tergeletak di Cimenyan: Tangan Terikat-Mulut Dilakban

Pria Ditemukan Tergeletak di Cimenyan: Tangan Terikat-Mulut Dilakban

Yuga Hassani - detikJabar
Jumat, 16 Okt 2026 11:07 WIB
The death of a deaf man who was shot after a North Carolina Highway Patrol officer tried to pull him over for speeding is being investigated (AFP Photo/Joshua Lott)
Ilustrasi (Foto: AFP Photo/Joshua Lott)
Bandung -

Warga Kecamatan Cimenyan, Kabupaten Bandung, digegerkan dengan penemuan seorang pria berinisial AH (41) yang tergeletak tak berdaya di pinggir jalan. Saat ditemukan, korban dalam kondisi tidak sadarkan diri dengan tangan terikat dan mulut ditutup lakban.

Kapolsek Cimenyan, Kompol Deni Muhtamar, menjelaskan bahwa penemuan ini bermula dari laporan warga yang melihat korban tergeletak di bahu jalan. Petugas segera menuju lokasi setelah menerima informasi tersebut.

"Iya ada warga nemuin korban di pinggir jalan sekitar jam 9 malam tadi. Terus laporan ke kami," ujar Deni, kepada awak media, Jumat (16/10/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Setibanya di lokasi, polisi langsung mengevakuasi AH ke Rumah Sakit Santo Yusup, Kota Bandung, untuk mendapatkan pertolongan medis. Meski ditemukan dalam kondisi terikat, hasil pemeriksaan dokter menunjukkan tidak ada luka bekas kekerasan fisik pada tubuh korban.

ADVERTISEMENT

"Hasil dari pemeriksaan dokter tidak ada luka kekerasan pada tubuh korban. Kemudian tadi malam pas sudah sadar, korban sudah dibawa pulang oleh keluarganya," katanya.

AH sempat mengalami syok berat sehingga belum bisa memberikan keterangan sesaat setelah sadar. Namun, setelah kondisinya stabil, ia menceritakan kronologi kejadian kepada pihak kepolisian. Berdasarkan pengakuan AH, peristiwa bermula di wilayah Coblong, Kota Bandung.

"Jadi dari pengakuan awal kejadiannya di Coblong, Kota Bandung. Terus korban diduga dibuang di area sepi di Cimenyan," jelasnya.

Deni mengungkapkan bahwa insiden ini diduga dipicu oleh masalah kerja sama proyek antara korban dan dua orang terduga pelaku. AH disinyalir menjadi korban penipuan dengan kerugian mencapai Rp50 juta. Sebelum dibuang, korban sempat dibawa berkeliling menggunakan mobil dan diberi minuman hingga kehilangan kesadaran.

"Tapi mungkin hanya diminta uang, atau apa mereka mungkin ada persoalan lain ndak tahu apa. Akhirnya mungkin diajak muter-muter Kota Bandung, akhirnya dia dikasih minuman terus dia tidak sadarkan diri gitu," ungkapnya.

"Korban diajak muter-muter sama terduga pelaku menggunakan mobil. Terus ketika sudah di tempat sepi (Cimenyan), korban langsung diduga dibuang di pinggir jalan," tambahnya.

Meski mendapatkan perlakuan tersebut, AH tidak kehilangan barang berharga miliknya. Dompet hingga ponsel korban ditemukan masih utuh di lokasi kejadian.

"Cuma kondisi ditemukannya terikat lakban di bagian mulut dan tangan dilakban," kata Deni.

Hingga saat ini, korban belum secara resmi melapor ke kepolisian. Mengingat titik awal kejadian berada di wilayah Kota Bandung, Polsek Cimenyan menyarankan korban untuk menempuh jalur hukum melalui Polsek Coblong atau Polrestabes Bandung.

"Kami arahkan kalau memang dia (korban) buat laporan itu di Polrestabes Bandung atau Polsek Coblong. Karena awal kejadiannya di Coblong. Lokasi kami hanya penemuan aja," pungkasnya.



(dir/dir)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads