Dua pencuri kabel di tower provider seluler diamankan polisi dan sempat menjadi amukan warga di Kampung Balong, Desa Waluya, Kecamatan Cicalengka, Kabupaten Bandung, Rabu (7/10/2026). Para pencuri tersebut kepergok setelah adanya alarm dan membuat petugas hingga warga berdatangan.
Pantauan detikJabar di lokasi, tower provider seluler tersebut berada di sebuah lahan terbuka dekat permukiman warga. Kemudian beberapa kabel bekas pencurian masih terlihat masih terpotong.
Beberapa petugas dari provider seluler tersebut nampak tengah melakukan perbaikan. Terlihat beberapa kabel yang telah terputus telah diganti dengan kabel yang baru oleh petugas tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Aksi pencurian tersebut sempat viral di sosial media. Bahkan beberapa warga turut berkumpul untuk menonton para pencuri yang ada di atas tower tersebut. Kemudian tidak lama petugas dari Polsek Cicalengka langsung mengamankan para pelaku tersebut.
Ketua RW setempat, Iin Sopian (54) mengatakan, menerima laporan dari RT pada pukul enam pagi. Setelah itu dirinya langsung mendatangi lokasi dan terlihat beberapa warga sudah berkumpul di bawah tower tersebut.
"Ada laporan dari Pak RT, bahwa takut ada apa-apa, saya lihat ke lokasi, bahwa di atas tower ada dua orang. Kemudian di bawah kondisinya sudah berkerumun warga," ujar Iin, saat ditemui di lokasi.
Pihaknya mengaku setelah itu langsung berkoordinasi dengan Kepala Desa Waluya terkait penanganan tersebut. Kemudian tidak berselang lama aparat kepolisian langsung mendatangi lokasi kejadian.
"Saya langsung laporan ke Kades. Iya, takutnya yang bunuh diri. Kalau ada apa-apa tetap yang wilayah yang ketakutan begitu," katanya.
Iin menjelaskan awalnya tidak mengetahui persis bahwa dua orang yang berada di atas tersebut adalah para pencuri. Namun dirinya hanya berupaya supaya kondisi di lingkungan supaya bisa kembali kondusif.
"Saya mah enggak tahu pencuri atau apanya, yang ditakutkan ada laporan bahwa di atas tower ada orang, ada dua orang gitu. Enggak tahu apakah mau mencuri atau gimana, saya enggak tahu," jelasnya.
Setelah berkoordinasi dengan warga lainnya, ternyata dua orang tersebut adalah para pencuri kabel provider seluler. Sehingga tidak berselang lama aparat kepolisian langsung mendatangi lokasi kejadian.
"Cuman mungkin enggak lama polisi datang. Setelah itu, mungkin mereka di bawah juga ya, sama polisi. Mereka diamankan sekitar jam 8an pagi," ucapnya.
Dia menambahkan tidak mengenali dua para pencuri tersebut. Menurutnya kedua pelaku diduga datang ke lokasi hanya untuk mencuri kabel.
"Iya justru kami juga tidak kenal dengan para pelaku. Kayanya bukan warga sini," kata Iin.
Sementara itu, para petugas provider seluler menyebutkan peristiwa itu bermula saat adanya alarm yang menyala dan terkoneksi ke kantor seluler. Kemudian setelah itu petugas di lapangan langsung ke lokasi kejadian.
"Ya, pertama jam 02.30 WIB dinihari dari kantor kabarin, bahwa ada alarm di lokasi ini. Jam 03.00 WIB kurang, tim udah sampai di lokasi. Pas nyampe lokasi udah acak-acakan. Sementara pas dilihat ke atas disenter, masih ada orang di atas," ujar Dodi Hadiansyah (38) salah satu petugas vendor operator seluler, saat ditemui di lokasi.
Dodi menyebutkan para pelaku sempat akan melarikan diri. Namun ketika para petugas datang ke lokasi dan warga sudah mulai berkerumun, para pelaku langsung kembali naik ke atas tower.
"Mulai banyak warga setelah terang, setelah jam 06.00 WIB lah, udah mulai pada ngumpul. Kalau misalkan pas pertama paling ada empat, empat orang lah sama yang punya rumah, ada empat orang. Disuruh turun enggak mau. Pas sudah jam 06.00, udah pada kelihatan ya ada dua orang di atas," kata Dodi.
Dia mengungkapkan tidak berselang lama Polisi langsung mendatangi lokasi kejadian. Kemudian langsung mengamankan para pelaku pencurian ke lantor Polisi.
"Ya, polisi datang paling ya jam 07.30, jam 08.00-an lah. Polisi datang enggak lama, yang di atas lihat, ya sudah mau turun dia. Soalnya berbahaya juga kalau misalkan apa pegangan loncat ke bawah," bebernya.
Menurutnya saat ini para petugas masih melakukan perbaikan pada area kabel yang sempat terputus. Kata dia, beberapa kabel yang berada di bagian atas sempat dipotong oleh para pencuri.
"Ya, sudah pada putus (kabelnya). Sudah dipotong-potongin. Kalau jumlahnya mah enggak bisa mastikan. Soalnya kan kalau yang potong total ada lima tarikan. Lima tarikan itu ke atas, dari bawah ke atas, ada yang kepotong," ungkapnya.
Dia menambahkan beberapa kabel yang telah dicuri dan diikat oleh pencuri telah diamankan oleh Polisi. Sehingga kabel tersebut dijadikan polisi untuk barang bukti.
"Iya sudah ada yang dipotong. Polisi juga kan bawa barang bukti juga tadi dari polsek. Terus yang di bawah juga kayaknya ini ambil barang bukti juga. Jadi sekarang pelaku sudah diamankan," bebernya.
Sementara itu, Kapolsek Cicalengka Kompol Ade Rahmat menegaskan saat ini kedua pelaku telah diamankan. Kemudian saat ini para pelaku masih menjalani pemeriksaan.
"Sudah kami amankan dan sekarang masih pemeriksaan yah," kata Ade, saat ditemui di Mapolsek Cicalengka.
Diberitakan sebelumnya, Dua orang terduga pelaku pencurian kabel di tower provider seluler wilayah Kecamatan Cicalengka, Kabupaten Bandung, berhasil diringkus polisi pada Rabu (7/10/2026) pagi.
Kapolsek Cicalengka Kompol Ade Rahmat membenarkan adanya penangkapan tersebut. Saat ini, kedua pelaku telah berada di Mapolsek Cicalengka untuk menjalani pemeriksaan intensif oleh penyidik.
"Sudah diamankan, dua orang, kabel tower provider XL," kata Ade saat dihubungi via sambungan telepon.
Ade mengungkapkan, aksi pencurian ini terungkap setelah sistem alarm di tower memberikan notifikasi bahaya ke pusat kendali. Pihak provider kemudian bergegas menuju lokasi kejadian selepas azan subuh dan mendapati dua orang pelaku masih berada di area tower.
"Alarm jam 3, XL sampai subuh, lapor ke warga dan Polsek," ujarnya.
Lebih lanjut, Ade menjelaskan bahwa pelaku sempat bertahan di atas tower saat ketahuan. Namun, setelah petugas kepolisian tiba di lokasi, pelaku akhirnya menyerahkan diri dan turun dari tower.
"Ketahuan setengah 5, ditunggu gak turun, sampai jam 8 turun," pungkasnya.
Hingga saat ini, Unit Reskrim Polsek Cicalengka masih mendalami identitas, motif, serta modus operandi yang dilakukan para pelaku. Selain itu, petugas bersama teknisi provider masih berada di TKP untuk melakukan olah tempat kejadian perkara dan penyelidikan lebih lanjut.
(sud/sud)
