Teka-teki Pembuang Bayi di Depan Rumah Kepala Dusun Ciamis

Teka-teki Pembuang Bayi di Depan Rumah Kepala Dusun Ciamis

Dadang Hermansyah - detikJabar
Selasa, 06 Okt 2026 19:30 WIB
Ilustrasi Bayi Achondroplasia
Ilustrasi bayi (Foto: iStock)
Ciamis -

Polisi masih memburu orang yang diduga membuang bayi laki-laki di depan rumah Kepala Dusun Karangkamulyan, Desa Karangkamulyan, Kecamatan Cijeungjing, Kabupaten Ciamis. Lebih dari sepekan setelah bayi ditemukan, identitas pelaku belum terungkap.

Kasat Reskrim Polres Ciamis AKP Carsono menjelaskan bahwa penyidik tengah menyisir rekaman CCTV di sekitar lokasi hingga jalur-jalur yang diduga dilintasi pelaku.

"Saat ini gabungan Satreskrim Polres Ciamis dan Polsek Cijeungjing masih melakukan pendalaman. Kami masih menyusuri CCTV di sekitar TKP maupun tempat-tempat lain yang diduga menjadi jalur perlintasan kendaraan tersebut," kata Carsono di Polres Ciamis, Selasa (6/10/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain bukti digital, polisi juga memeriksa sejumlah saksi dan berkoordinasi dengan Ikatan Bidan Indonesia (IBI) wilayah Ciamis guna melacak data persalinan terakhir.

ADVERTISEMENT

"Kami juga sudah meminta keterangan sejumlah saksi-saksi dan berkolaborasi dengan Ikatan Bidan Indonesia yang berada di wilayah Kabupaten Ciamis. Mohon doanya, mudah-mudahan segera terungkap siapa yang membuang atau menelantarkan bayi tersebut," ujarnya.

Kendala utama yang dihadapi petugas adalah minimnya penerangan di lokasi kejadian serta waktu pembuangan yang dilakukan pada dini hari. Hal ini menyulitkan identifikasi jenis kendaraan secara pasti, meski dugaan awal mengarah pada kendaraan roda empat.

"Kami belum bisa memastikan jenis kendaraannya apa. Beberapa titik CCTV itu cukup gelap, sementara kejadiannya juga berlangsung dini hari. Jadi belum ada saksi yang bisa memastikan jenis kendaraannya," jelasnya.

"Dugaan sementara masih kendaraan roda empat. Kami masih terus melakukan pendalaman," tambahnya.

Bayi malang tersebut ditemukan warga di pinggir Jalan Raya Ciamis-Banjar, tepat di depan kediaman Kepala Dusun Karangkamulyan, Entin Kartini. Tangisan bayi di dalam kardus pertama kali didengar oleh warga bernama Ica dan Ibu RT sekitar pukul 01.00 WIB.

Entin mengaku tidak menyadari keberadaan bayi tersebut saat baru pulang melayat tengah malam. "Saya tadi malam pulang melayat dari orang meninggal di sebelah timur, sama Pak RW. Sekitar setengah dua belas saya pulang ke rumah, lalu tidur," kata Entin saat ditemui pada Sabtu (26/9/2026).

Saat ditemukan, bayi seberat sekitar 3 kilogram itu dalam kondisi terawat dan dilengkapi pakaian serta kain bedong. "Alhamdulillah kondisinya sehat. Setelah dari Puskesmas, rencananya dibawa ke rumah sakit untuk diperiksa bagian dalamnya, takut ada apa-apa," tutur Entin.

"Sepertinya normal, sekitar tiga kilo. Tali pusarnya juga belum putus, tapi sudah dipotong," ucap Entin.

Saat ini, bayi tersebut telah berada di bawah pengawasan Dinas Sosial Kabupaten Ciamis dan dititipkan di sebuah yayasan di Bandung untuk mendapatkan perawatan intensif. Kepala Dinas Sosial Ciamis, Ikhsan Rasyad, menyatakan bahwa proses adopsi harus melalui prosedur verifikasi yang ketat.

"Bayi dititipkan dirawat di yayasan swasta di Bandung. Untuk proses menjadi orang tua asuh datang ke Dinas Sosial Ciamis nanti akan dilakukan verifikasi layak atau tidaknya, jangan sampai terlantar," ujar Ikhsan.



(dir/dir)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads