Densus 88 Tangkap 11 Tersangka Terorisme, Ada dari Jabar

Kabar Nasional

Densus 88 Tangkap 11 Tersangka Terorisme, Ada dari Jabar

Rizky Adha Mahendra - detikJabar
Minggu, 04 Okt 2026 19:31 WIB
Ilustrasi tangan diborgol
Ilustrasi (Foto: Rifkianto Nugroho)
Jakarta -

Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri menangkap 11 tersangka terkait terorisme dalam penegakan hukum serentak di enam provinsi. Jawa Barat menjadi salah satu wilayah yang disasar dalam operasi tersebut.

Penangkapan dilakukan sejak Jumat (2/10). Selain Jawa Barat, penegakan hukum juga dilakukan di Jawa Tengah, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Riau, dan Maluku Utara.

"Penegakan hukum dilakukan serentak di enam Provinsi, yaitu Jawa Barat, Jawa Tengah, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Riau, dan Maluku Utara," kata Juru bicara Densus 88 AT Polri Kombes Mayndra Eka Wardhana sebagaimana dilansir dari detikNews, Minggu (4/10/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Belum dirinci identitas tersangka yang ditangkap di masing-masing provinsi, termasuk di Jawa Barat. Secara keseluruhan, ada 11 tersangka yang diamankan, yakni HN (43), SM alias NM (52), HA (45), YDKAP (22), Y (36), S (49), A (32), CG (29), MF (37), AF (26), dan MW (42).

Para tersangka tersebut diduga memiliki keterkaitan dengan sejumlah jaringan terafiliasi terorisme.

ADVERTISEMENT

"Para tersangka diduga memiliki keterkaitan dengan jaringan yang terafiliasi paham Daulah Islamiyah, juga jaringan terorisme lainnya," tuturnya.

Densus 88 menemukan adanya keterhubungan antartersangka yang berada di sejumlah wilayah. Salah satu pola yang ditemukan adalah pertemuan secara daring yang menghubungkan pendukung Daulah Islamiyah dari beberapa daerah.

"Khususnya melalui kegiatan pertemuan secara daring, dari indoktrinasi, konsolidasi jaringan dan aktivitas pembinaan. Salah satu pola yang ditemukan adalah penyelenggaraan pertemuan secara daring yang menghubungkan sejumlah pendukung Daulah Islamiyah dari beberapa daerah secara virtual," bebernya.

Ada Dugaan Pelatihan Menembak

Densus 88 menyebut para tersangka memiliki peran yang beragam. Peran tersebut mulai dari konsolidasi jaringan hingga kegiatan pelatihan, penyebaran propaganda, dan rekrutmen.

"Adapun peran mereka mulai dari konsolidasi jaringan, kegiatan pelatihan, penyebaran propaganda dan rekrutmen baik secara langsung maupun melalui media sosial, hingga keterlibatan dalam pemufakatan tindak pidana terorisme," kata Mayndra.

Setelah melakukan penangkapan, Densus 88 melakukan rangkaian penyidikan, termasuk penggeledahan dan penyitaan barang bukti.

"Setelah melaksanakan penangkapan, Densus 88 AT Polri melakukan rangkaian tindakan penyidikan, termasuk penggeledahan, penyitaan dan pemeriksaan barang bukti, pemeriksaan saksi dan tersangka, berdasarkan SOP yang ada," bebernya.

Dalam penyidikan tersebut, Densus 88 juga menemukan dugaan kegiatan pelatihan yang dilakukan sebagian tersangka. Pelatihan itu mencakup latihan fisik hingga menembak.

"Dalam kegiatan penyidikan juga ditemukan dugaan adanya kegiatan pelatihan pada sebagian tersangka. Dari latihan fisik, menembak, serta kegiatan pelatihan lainnya yang terkait dengan aktivitas militansi terorisme," ujar Mayndra.

Densus 88 masih mendalami keterkaitan masing-masing tersangka, termasuk barang bukti yang diamankan dalam operasi tersebut.

"Densus 88 AT Polri menegaskan bahwa proses penyidikan masih terus berlangsung. Penyidik akan mendalami barang bukti yang ditemukan serta keterhubungan masing-masing tersangka dengan individu maupun jaringan lain," pungkasnya.

Penggeledahan di Antapani

Sebelumnya diberitakan, kawasan pemukiman padat di Parakan Saat, Kecamatan Antapani, Kota Bandung mendadak tegang pada Jumat (2/10) pagi. Sekitar pukul 09.00 WIB, sejumlah personel Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror mengepung sebuah rumah kontrakan untuk melakukan penggeledahan.

Langkah ini diambil setelah petugas mengamankan seorang pria yang diduga terlibat jaringan terorisme di lokasi berbeda. Saat penggeledahan berlangsung, di dalam rumah hanya terdapat istri dan dua anak terduga pelaku.

Ketua RT setempat, Agus, mengonfirmasi bahwa penangkapan dilakukan di jalan sebelum petugas mendatangi kediaman tersebut untuk mencari barang bukti.

"Jumat, penggeledahan saja, penangkapan di jalan, langsung penggeledahan. Pas digeledah ada istri dana anak, anaknya dua," kata Agus.


Artikel ini sudah tayang di detikNews

Halaman 3 dari 2


Simak Video "Video: Densus 88 Tangkap Teroris di Antapani Bandung"
[Gambas:Video 20detik] (rdh/dir)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads