Geger Temuan Mayat Terbungkus Karung-Terikat Tali di Kolong Tol Bocimi

Round-Up

Geger Temuan Mayat Terbungkus Karung-Terikat Tali di Kolong Tol Bocimi

Tim detikJabar - detikJabar
Rabu, 30 Sep 2026 10:30 WIB
Penemuan mayat di kolong Tol Bocimi Sukabumi.
Penemuan mayat di kolong Tol Bocimi Sukabumi. (Foto: Istimewa)
Sukabumi -

Udara pagi di Kampung Langkob, Desa Ciambar, Kecamatan Ciambar, Kabupaten Sukabumi, mendadak dicekam aroma busuk yang pekat menusuk hidung, Selasa (29/9/2026) sekitar pukul 08.00 WIB.

Kabut tipis di bawah kolong jembatan Tol Bogor-Ciawi-Sukabumi (Bocimi) KM 69 seolah menyembunyikan rahasia kelam di balik rimbunnya belukar liar. Ayunan sabit Zaji (60) yang berniat mencari rumput segar seketika terhenti, pria paruh baya itu lari tunggang langgang meninggalkan lereng tol usai mencium bau bangkai menyengat dari sebuah gundukan mencurigakan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Napas Zaji yang terengah-engah mengagetkan rekannya, Taufik Hidayat (60). Kepanikan di wajah sang pencari rumput menularkan kengerian saat kabar tentang temuan mayat tersebut diceritakan.

"Zaji tujuannya mau ambil rumput buat kasih makan kambing, terus dia kebetulan ketemu mayat di bawah tol. Dia lari kembali dan laporan ke saya," kata Taufik saat ditemui awak media di lokasi kejadian.

ADVERTISEMENT

Dihantui rasa penasaran bercampur waswas, Taufik tak langsung bergegas ke titik lokasi sendirian. Ia memilih mendatangi sesepuh pengelola makam Raden Boros Ngora yang berada di sekitar kawasan tersebut untuk meminta arahan sebelum memastikan apa yang sebenarnya teronggok di dasar lembah tol.

"Saya langsung ketemu Abuya yang punya makam, saya laporan. Kata Abuya, langsung ke lokasi, cek dulu. Saya laksanakan, saya langsung ke tol, periksa kebenaran ada mayat di bawah tol," imbuh Taufik.

Langkah kaki Taufik menuruni semak liar menghantarkannya pada pemandangan yang membuat bulu kuduk merinding. Di atas tanah yang tertutup ilalang, sesosok tubuh manusia tanpa identitas (Mr X) terbujur kaku dengan posisi tertelungkup.

Jasad tersebut dibalut material berlapis-lapis laksana kiriman paket maut: karung waring abu-abu keputihan yang koyak bersanding dengan selubung kantong plastik hitam tebal yang membungkus rapat sekujur badan dari atas hingga ke bagian kaki.

"Terbungkusnya pakai karung sama plastik jumbo. Dari atas, terus di bawah kakinya pakai plastik hitam," bebernya.

Misteri kian mencekam manakala Taufik melihat lilitan yang melingkar kaku di tubuh korban. Siapa pun yang menaruh jasad itu telah memastikan bungkusan tersebut terkunci rapat dengan jeratan tali plastik.

"Dua ikatan, dari kaki sama badan. Pakai tali rafia," jelasnya.

Dari celah material pembungkus yang basah dan menempel akibat pembusukan jenazah yang diperkirakan sudah berlangsung lebih dari sepekan, terlihat sekilas setelan pakaian yang melekat pada tubuh korban.

"Celana training hitam, lisnya kuning," singkat Taufik.

Kabar penemuan jasad terbungkus karung dan plastik itu seketika memecah keheningan lereng Tol Bocimi. Tim Inafis Satreskrim, Pamapta Polres Sukabumi, serta personel Polsek Nagrak langsung meluncur ke lokasi, membentangkan garis polisi, dan menyingkap tabir di balik bungkusan tersebut.

Kapolsek Nagrak Iptu Subit Sudrajat membenarkan adanya temuan mayat yang pertama kali diendus warga pencari rumput tersebut.

"Setelah dicek ke lokasi, benar adanya sesosok mayat. Berdasarkan pemeriksaan di lapangan, korban mengenakan kaos hitam dan celana training hitam dengan lis kuning," terang Subit.

Aroma busuk yang kian menguar saat proses evakuasi ke kantong jenazah oranye menyingkap kondisi jasad yang rusak parah dan mulai mengeluarkan belatung.

Usai pemeriksaan awal dan visum luar di RSUD Sekarwangi, tim Dokkes Polres Sukabumi memutuskan merujuk jasad tersebut menembus perjalanan darat menuju ibu kota. Penyelidikan mendalam kini bergantung pada meja forensik guna menguak penyebab pasti kematian sekaligus membuka tabir gelap peristiwa pembunuhan tersebut.

"Sekarang dibawa ke Kramat Jati oleh anggota Polri," pungkas Taufik.

(sya/sud)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads