Seorang pria berinisial IK alias Peot (38) menjadi korban pengeroyokan di Kecamatan Cileunyi, Kabupaten Bandung. Ia diserang dua temannya, IR alias Bejo (42) dan AR alias Iing (32), menggunakan belati dan balok kayu hingga mengalami luka berat di bagian tangan dan kepala.
Kedua pelaku kini telah ditangkap polisi. Kapolsek Cileunyi Kompol Ivan Taufiq mengatakan IR dan AR diamankan setelah polisi menerima laporan dari keluarga korban.
"Iya, kedua pelaku sudah kami amankan," ujar Ivan kepada detikJabar, Jumat (18/9/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pengeroyokan terjadi di Pangkalan Ojek Maelom, Kampung Pasar Sore, Desa Cileunyi Wetan, Kecamatan Cileunyi, Kamis (17/9/2026) sekitar pukul 14.00 WIB.
Saat itu, kedua pelaku tiba-tiba mendatangi korban yang sedang berada di lokasi. Tanpa banyak bicara, IR dan AR langsung menyerang IK secara bersama-sama di depan umum.
Serangan tersebut membuat korban mengalami luka berat. IK sempat dilarikan ke Rumah Sakit AMC Cileunyi untuk mendapatkan perawatan sebelum akhirnya dirujuk ke Rumah Sakit Sartika Asih, Kota Bandung.
"Korban mengalami luka berat pada bagian tangan dan kepala. Sampai saat ini korban masih menjalani perawatan intensif," kata Ivan.
Polisi bergerak setelah menerima laporan dari pihak keluarga korban. Personel Polsek Cileunyi langsung mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) sekaligus penyelidikan dan langsung menemukan kedua pelaku.
"Hanya berselang 30 menit dari laporan, para pelaku berhasil kami amankan di kediaman mereka di wilayah Kecamatan Cileunyi," bebernya.
Dalam aksi tersebut, kedua pelaku memiliki peran berbeda. IR menyerang korban menggunakan belati. Sementara AR memukul wajah korban dan menghempaskan balok kayu ke bagian punggung.
Dari pemeriksaan awal, polisi menduga pengeroyokan dipicu dendam lama. IR dan AR disebut mengaku pernah menjadi korban kekerasan yang dilakukan IK beberapa tahun sebelumnya.
"Pelaku melakukan perbuatan tersebut diduga karena dendam masa lalu. Meski permasalahan sebelumnya sempat diselesaikan secara kekeluargaan, para pelaku ternyata masih menyimpan dendam," tutur Ivan.
(ral/sud)
