Luka yang Terekam di Balik Siswi MTs Garut yang Viral

Round-up

Luka yang Terekam di Balik Siswi MTs Garut yang Viral

Hakim Ghani - detikJabar
Kamis, 10 Sep 2026 04:30 WIB
Ilustrasi bullying
Ilustrasi bullying (Foto: Thinkstock)
Garut -

Video itu awalnya hanya berupa tontonan yang beredar di media sosial. Namun dari sana, kisah tentang seorang siswi MTs di Garut yang menjadi sasaran kekerasan mulai menyita perhatian.

Peristiwa yang terekam dalam video itu kemudian membawa persoalan tersebut hingga membuat polisi turun tangan. Seiring penanganan berjalan, cerita yang muncul ternyata tak berhenti pada satu rekaman dan satu korban.

Kasus ini terungkap setelah videonya beredar di media sosial. Pelakunya diketahui merupakan sesama pelajar yang berjumlah lebih dari dua orang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam video berdurasi 53 detik itu, terlihat seorang siswi berjilbab yang menjadi korbannya. Dia terlihat beberapa kali ditampar hingga dipukul oleh para pelaku yang berbeda.

Siswi yang terlihat menggunakan seragam putih-biru itu kemudian tampak menangis. Selain mengalami kekerasan fisik, pelajar itu juga dicaci maki.

ADVERTISEMENT

Belakangan diketahui bahwa kejadian tersebut berlangsung di Kecamatan Sukawening, Garut. Pelajar yang menjadi korban diketahui berinisial NA, berasal dari salah satu Madrasah Tsanawiyah (MTs) di wilayah tersebut.

Korban kemudian melaporkan kejadian ini ke polisi. Pendalaman pun sedang dilakukan untuk mengetahui kejelasan dari kejadian tersebut, termasuk mengenai motif dan kronologi kejadian.

"Bahwa benar, Polres Garut melalui Sat Reskrim telah menerima laporannya, yaitu dilaporkan oleh orang tua. Di mana, korbannya adalah NA," ungkap Kapolres Garut AKBP Niko N. Adi Putra kepada wartawan, Rabu (9/9/2026).

Siswi yang terlihat menggunakan seragam putih-biru itu, kemudian terlihat menangis. Selain mengalami kekerasan fisik, pelajar itu juga dicaci-maki. Dari hasil penyelidikan polisi, ternyata korbannya lebih dari satu.

"Korbannya ada dua orang. Selain NA ada satu temannya juga yang menjadi korban," ucap Niko.

Niko menambahkan, saat ini pihaknya masih mendalami kasus tersebut. Proses penanganan perkara berlangsung hati-hati, karena baik korban maupun para terduga pelaku masih berstatus anak di bawah umur.

"Yang pasti, akan kami telusuri. Pada dasarnya, Polres Garut akan menindaklanjuti laporan ini," pungkas Niko.

(yum/yum)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads