Dua orang siswi Madrasah Tsanawiyah (MTs) di Garut menjadi korban pengeroyokan brutal. Mirisnya, para pelaku dalam kejadian ini merupakan sekelompok remaja perempuan, yang juga masih duduk di bangku sekolah.
Aksi pengeroyokan yang dialami dua pelajar berinisial NA dan H itu, terjadi hari Senin, (7/9) lalu di kawasan Kecamatan Sukawening, Kabupaten Garut.
Kejadiannya menggegerkan publik, usai video yang merekam aksinya beredar di media sosial. Kedua pelajar itu tampak dikeroyok sekelompok remaja wanita, dalam video berdurasi 53 detik tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pukul... jangan nangis," ungkap sejumlah wanita dalam video berbahasa Sunda tersebut.
Ada sejumlah tindakan kekerasan yang dialami oleh para korban dalam video tersebut. Mulai dari ditampar, hingga dicekik dan diinjak saat jatuh.
Kedua orang korban, yakni NA dan H, diketahui merupakan pelajar kelas 9, di salah satu MTs di Kecamatan Sukawening.
Orang tua NA, Desi Mandalasari (37) mengaku murka dengan kejadian yang dialami putrinya itu. Menurut Desi, dirinya tak langsung mengetahui kejadian brutal tersebut.
"Pulang sekolah, saya lihat wajahnya babak belur. Ditanya kenapa wajah seperti itu, tapi anaknya tidak menjawab," ujar Desi kepada wartawan di rumahnya, Rabu, (9/9/2026).
Di tengah rasa penasarannya itu, Desi kemudian menemukan jawaban, tatkala dia melihat rekaman video saat NA tengah disiksa para pelaku.
Desi berang bukan main. Desi mengaku tak kuasa menahan tangis, lantaran murka terhadap aksi para pelaku, sekaligus kasihan terhadap anaknya itu.
"Seumur-umur saya tidak pernah berbuah seperti itu. Ini malah bertindak seenaknya. Saya tidak terima," katanya.
Usai mengetahui kejadian itu, Desi, NA dan sejumlah kerabat kemudian mendatangi Polsek Sukawening untuk membuat laporan. Petugas kemudian mengarahkan mereka ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak Polres Garut.
Desi menambahkan, dirinya berharap agar kasus ini diproses sesuai dengan hukum yang berlaku. Desi berharap agar gerombolan pelajar yang mengeroyok putrinya dihukum setimpal.
"Sebetulnya ada dua orang yang dianiaya, satu lagi sama, teman anak saya. Saat kejadian, anak saya hanya mengantar temannya. Jadi yang punya masalah itu, katanya temannya," pungkas Desi.
Polisi Usut
Kapolres Garut AKBP Niko N. Adi Putra, saat ini perkara yang terjadi di Kecamatan Sukawening, Garut, itu sedang ditangani oleh Unit Perlindungan Perempuan dan Anak, Sat Reskrim Polres Garut.
"Bahwa benar, Polres Garut melalui Sat Reskrim telah menerima laporannya, yaitu dilaporkan oleh orang tua. Di mana, korbannya adalah NA," ungkap Niko.
Niko menambahkan, saat ini pihaknya masih mendalami kasus tersebut. Proses penanganan perkara berlangsung hati-hati, karena baik korban maupun para terduga pelaku masih berstatus anak di bawah umur.
"Yang pasti, akan kami telusuri. Pada dasarnya, Polres Garut akan menindaklanjuti laporan ini," pungkas Niko.
Simak Video "Video Kades di Lumajang Dikeroyok-Dibacok OTK, Polisi Buru Pelaku"
[Gambas:Video 20detik] (dir/dir)
