Sisa Utang Rp 250 Ribu yang Merenggut Nyawa di Cibinong

Round Up

Sisa Utang Rp 250 Ribu yang Merenggut Nyawa di Cibinong

Tim detikJabar - detikJabar
Kamis, 27 Agu 2026 08:00 WIB
Poster
Ilustrasi (Foto: Edi Wahyono)
Bogor -

Persoalan utang yang tersisa Rp250 ribu berujung tragis di kawasan Pasar Cibinong, Kabupaten Bogor. Seorang pria berinisial SH (55) tewas setelah terlibat duel dengan seorang pria yang datang bersama kelompok penagih utang.

Peristiwa berdarah itu terjadi pada Rabu (26/8/2026) sekitar pukul 01.30 WIB. SH turun tangan setelah melihat istrinya, JB (43), terlibat cekcok dengan tiga orang yang datang untuk menagih utang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kanit Reskrim Polsek Cibinong AKP Yunli Pangestu mengatakan, persoalan bermula ketika AM, yang disebut bekerja sebagai bank keliling, mendatangi JB bersama YS (47) dan SS. Mereka datang untuk menagih sisa utang JD.

"Sisa utangnya Rp250 ribu," kata Yunli kepada detikJabar.

ADVERTISEMENT

Namun, proses penagihan berubah menjadi keributan. Yunli menyebut salah seorang dari kelompok tersebut sempat memukul wajah JB.

Keributan semakin memanas ketika seorang perempuan yang berada di lokasi mencoba membela JB. Perempuan tersebut justru ditendang oleh salah seorang yang datang bersama kelompok penagih.

Melihat istrinya terlibat dalam keributan, SH kemudian turun tangan. Cekcok pun berubah menjadi duel bersenjata, antara SH dengan obeng dan YS yang membawa pisau.

"Pelaku selalu membawa pisau. Karena kalap terjadilah," ujar Yunli.

Perkelahian berlangsung singkat, tetapi berujung fatal. YS mengalami luka pada tangan kiri dan wajah. Sementara SH terkena senjata tajam di bagian perut samping hingga mendekati ketiak.

Luka tersebut membuat SH meninggal dunia di lokasi kejadian. JB juga mengalami luka berat dan hingga kini masih menjalani perawatan medis.

Pelaku Sempat Mengaku Korban

Polisi kemudian bergerak melakukan penyelidikan setelah mendapat laporan kejadian tersebut. Sekitar dua jam setelah perkelahian, petugas berhasil mengamankan YS di RSUD.

YS diketahui datang ke rumah sakit dan mengaku sebagai korban dalam perkelahian tersebut. Namun, polisi yang melakukan penyelidikan kemudian menangkapnya.

"Ditangkap sekitar dua jam kemudian di RSUD. Soalnya ngaku korban," katanya.

Saat ini, penyidik masih mendalami peran masing-masing orang yang berada di lokasi kejadian. Polisi juga masih memeriksa AM, perempuan yang disebut bekerja sebagai bank keliling dan diduga ikut mendatangi lokasi untuk menagih utang.

Berdasarkan penyelidikan sementara, AM diduga meminta bantuan YS untuk mendatangi pihak yang memiliki persoalan utang tersebut. Bahkan, YS disebut diminta memberikan pelajaran kepada istri korban karena memiliki utang yang belum dibayarkan.



(bba/dir)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads