Utang yang tersisa Rp250 ribu berubah menjadi perkara maut di kawasan Pasar Cibinong, Kabupaten Bogor. Seorang pria berinisial SH (55) tewas setelah terlibat duel saat membela istrinya yang didatangi kelompok penagih utang.
Peristiwa itu terjadi pada Rabu (26/8/2026) dini hari sekitar pukul 01.30 WIB. Kanit Reskrim Polsek Cibinong AKP Yunli Pangestu mengatakan, keributan bermula ketika tiga orang mendatangi perempuan berinisial JB (43) yang tinggal di kawasan pasar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Salah seorang yang datang adalah AM, yang disebut bekerja sebagai bank keliling. Ia datang bersama YS (47) dan SS untuk menagih sisa utang JD.
"Sisa utangnya Rp250 ribu," kata Yunli kepada detikJabar, Rabu (26/8/2026) .
Penagihan itu kemudian berubah menjadi cekcok. Yunli menyebut salah seorang dari kelompok yang datang lebih dulu memukul wajah JB. Keributan melebar ketika seorang perempuan yang berada di lokasi berusaha membela JB. Perempuan tersebut justru ditendang oleh salah seorang yang datang bersama penagih.
SH yang merupakan suami JB kemudian turun tangan membela. Ia tidak terima melihat istrinya terlibat dalam pertengkaran tersebut.
Cekcok pun berubah menjadi duel. Sejumlah benda yang berada di sekitar lokasi ikut digunakan. SH disebut membawa obeng, sementara YS menggunakan pisau yang kerap dibawanya sehari-hari.
"Pelaku selalu membawa pisau. Karena kalap terjadilah," ujar Yunli.
Pertarungan itu berlangsung singkat tetapi brutal. YS mengalami luka pada tangan kiri dan wajah. Sementara SH terkena senjata tajam. Saat situasi memanas, pisau itu kemudian digunakan sebagai senjata.
SH mengalami luka di bagian perut samping hingga area dekat ketiak. Luka tersebut membuatnya meninggal dunia di lokasi kejadian.
Sementara itu, JB mengalami luka berat dan masih menjalani perawatan medis.
Polisi kemudian bergerak melakukan penyelidikan. Sekitar dua jam setelah kejadian, petugas mengamankan YS yang diduga terlibat duel. Menurut Yunli, orang tersebut sempat datang ke rumah sakit dengan mengaku sebagai korban perkelahian.
"Ditangkap sekitar dua jam kemudian di RSUD. Soalnya ngaku korban," katanya.
Polisi masih mendalami peran masing-masing orang yang berada di lokasi. Satu orang lainnya, AM, seorang perempuan bekerja sebagai bank keliling juga masih dalam proses pemeriksaan dan pengembangan.
Dari penelusuran sementara, polisi menduga AM meminta bantuan YS untuk mendatangi JD. Bahkan, YS disebut diminta untuk memberi pelajaran kepada pihak yang memiliki persoalan utang tersebut.
Penyidik kini masih mengurai bagaimana penagihan utang Rp250 ribu itu berkembang menjadi aksi kekerasan. Polisi juga mendalami siapa yang lebih dulu membawa senjata dan bagaimana masing-masing benda digunakan dalam duel tersebut.
(sud/sud)
