Perkara Batas Tanah di Balik Kematian Ki Danu di Kebun Singkong

Kabupaten Tasikmalaya

Perkara Batas Tanah di Balik Kematian Ki Danu di Kebun Singkong

Faizal Amiruddin - detikJabar
Rabu, 19 Agu 2026 16:09 WIB
Suasana lokasi kejadian pembunuhan di Kampung Ciaren, Desa Karangjaya, Kecamatan Karangjaya, Kabupaten Tasikmalaya.
Suasana lokasi kejadian pembunuhan di Kampung Ciaren, Desa Karangjaya, Kecamatan Karangjaya, Kabupaten Tasikmalaya (Foto: Istimewa).
Tasikmalaya -

Kematian Tata Hendro (45) alias Ki Danu, warga Kampung Ciaren, Desa Karangjaya, Kecamatan Karangjaya, Kabupaten Tasikmalaya, Rabu (19/8/2026), ternyata dipicu persoalan yang relatif sepele.

Pria itu tewas dibacok E (35) alias Ayi, tetangganya, akibat kesalahpahaman terkait batas tanah.

Kapolsek Karangjaya, Iptu Saptaji, mengatakan Ayi mendadak nekat akibat emosi melihat ayahnya berkelahi dengan Ki Danu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kronologi insiden berdarah ini berawal saat Ki Danu menjual sebidang tanah kepada seseorang. Si pembeli tanah kemudian berniat membangun rumah di atas lahan tersebut. Tanah ini juga berbatasan dengan lahan milik Sanusi, ayah tersangka.

ADVERTISEMENT

"Informasi yang berkembang di lapangan memang masalah batas tanah. Awalnya korban menjual tanah kepada seseorang. Kemudian pembelinya mau membangun rumah," kata Saptaji.

Si pembeli tanah kemudian bertemu dan berbincang dengan Sanusi saat hendak menaruh material bangunan di lahan tersebut.

Saat itu, korban Ki Danu yang berada di dalam rumahnya ikut berbicara. Dia diduga menyergah dan menuduh Sanusi terus-menerus mempermasalahkan batas tanah.

"Sanusi sedang berbicara dengan si pembeli tanah, korban ngomong dari dalam rumahnya. "Naon sia teh ngucik-ngucik wae batas (apa kamu terus mempermasalahkan batas)," kata Saptaji.

Saat itu diduga Sanusi tak terima, sehingga menghampiri korban. Terjadilah perkelahian antara Sanusi dan Ki Danu.

Saptaji menambahkan, saat itu istri Sanusi ikut menghampiri dan memberi tahu anaknya, yang tak lain adalah tersangka Ayi.

Mendapat kabar ayahnya berkelahi, tersangka datang dengan amarah sambil menghunus golok hingga terjadi pembacokan tersebut.

"Istri Sanusi menghampiri keributan itu, lalu memberitahu anaknya (tersangka). Kemudian anaknya datang membawa golok, sampai terjadi kejadian itu," kata Saptaji.

Saat ini tersangka Ayi dan sejumlah saksi sudah dibawa ke Mapolres Tasikmalaya Kota. Sementara itu, jenazah korban akan menjalani autopsi untuk kepentingan penyelidikan.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video Kades di Lumajang Dikeroyok-Dibacok OTK, Polisi Buru Pelaku"
[Gambas:Video 20detik] (mso/mso)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads