Andira Yusef Hidayat (19) membeberkan kronologi serangan brutal yang menimpa dirinya dan rekannya, Angga Ardiansyah (22). Keduanya menjadi sasaran kawanan pemuda bersenjata tajam usai menyaksikan acara musik reggae di Lapang Cigaru, Kabupaten Sukabumi.
Andira menyebutkan, salah satu aktor utama dalam penyerangan berdarah tersebut adalah seorang pemuda berambut pirang yang akrab disapa 'si Bule'.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ketegangan bermula sekitar pukul 20.30 WIB. Saat itu, rekan mereka yang bernama Rapli dikejar oleh kelompok pelaku. Demi menghindari tebasan celurit yang mengarah ke kepalanya, Rapli terpaksa menjatuhkan diri dari sepeda motor dan lari menyelamatkan diri.
Merasa tidak terima rekannya nyaris celaka, Andira dan Angga berinisiatif mencari kelompok tersebut ke arah Kiaradua. Berdasarkan informasi warga di sekitar lokasi, terduga pelaku disinyalir merupakan pemuda dari kecamatan tetangga.
Pencarian berlanjut hingga ke kawasan sepi di jalur Waluran sekitar pukul 23.00 WIB. Di sana, mereka berpapasan dengan para pelaku yang berboncengan tiga dalam satu motor. Angga kemudian memepet kendaraan pelaku untuk meminta klarifikasi atas kejadian sebelumnya.
Namun, situasi justru berbalik mencekam. Pelaku berambut pirang yang dijuluki 'si Bule' langsung turun dan memberikan perlawanan sengit. Sebelum menyerang, ia sempat memprovokasi korban dengan menyeret bilah celurit ke permukaan aspal.
"Mereka bonceng tiga di motor. Pelaku yang berambut pirang dan dikenal sebutan 'si Bule' itu sempat menyeret-nyeret celuritnya ke aspal, terus tiba-tiba langsung mencabut dari balik baju dan menyerang membabi buta," ungkap Andira saat memberikan keterangan di kantor polisi.
Andira terkena sabetan di pundak kiri saat mencoba menghindar. Sementara itu, Angga menjadi sasaran utama serangan tersebut. Ia berupaya menangkis sabetan celurit dengan tangan kosong, yang mengakibatkan luka robek serius pada lengannya.
"Si Angga tangannya luka robek karena menangkis celurit. Selain di bahu dan punggung, luka bacok di bagian pinggang belakang itu sangat parah, kira-kira sedalam satu jengkal tangan," tutur Andira.
Para pelaku sempat mencoba menabrak korban dengan motor saat sebuah mobil melintas. Namun, nyali mereka menciut dan langsung melarikan diri setelah melihat rombongan teman-teman korban mulai berdatangan ke lokasi kejadian.
Akibat luka bacok yang sangat dalam, Angga kini dalam kondisi kritis dan belum sadarkan diri di RSUD Palabuhanratu.
Secara terpisah, Kasat Reskrim Iptu Dudi Suharyana menyatakan bahwa pihak kepolisian telah mengantongi identitas para pelaku. Saat ini, tim di lapangan tengah melakukan pengejaran intensif.
"Benar korban sudah membuat laporan, korban ada dua orang. Satu korban saat ini masih dalam penanganan medis di RSUD Palabuhanratu. Pelaku sudah teridentifikasi dan masih dalam pengejaran," tegas Dudi.
