Jagat media sosial dihebohkan dengan video aksi penggerebekan minuman keras (miras) oleh jajaran kepolisian di Kabupaten Garut. Dalam video berdurasi lebih dari satu menit yang viral tersebut, tampak seorang kapolsek menginterogasi pedagang miras sambil mempertunjukkan aksi tak biasa yang sekilas terlihat seperti kekuatan supranatural.
Dengan nada tegas, perwira polisi tersebut meluapkan kejengkelannya terhadap pengedar miras yang dinilai menjadi pemicu berbagai aksi kriminalitas dan kenakalan remaja.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Rusak semua generasi muda sama kelakuan kamu. Saling bacok, ribut tiap gerak gara-gara ini," ungkap polisi kepada penjual miras itu.
Sejurus kemudian, sang polisi menunjukkan aksinya. Hanya dengan satu tepukan telapak tangan telanjang, botol minuman keras yang masih terisi penuh seketika hancur berkeping-keping.
"Kejadian sekali lagi jualan, hati-hati kamu. Nih kalau kamu mau tau, nanti di kepala kamu," ungkap polisi itu dengan bahasa Sunda.
Sosok polisi di balik video viral tersebut adalah AKP Amirudin Latif, yang saat ini menjabat sebagai Kapolsek Cibatu, Polres Garut. Saat dikonfirmasi, Amir membenarkan bahwa insiden tersebut terjadi saat jajarannya melancarkan operasi pemberantasan miras ilegal di wilayah hukumnya.
"Kami mengamankan seorang tersangka berinisial SM (33) di Babakanloa, Cibatu. Penjual ini warga Tasikmalaya," ungkap Amir.
Dalam penindakan tersebut, petugas menyita ratusan botol miras siap edar dari tangan pelaku sebelum sempat didistribusikan ke masyarakat.
"Cuman belum sempat diedarkan, yang bersangkutan sudah berhasil kami tangkap duluan," katanya.
Aksi Kapolsek Cibatu AKP Amirudin Latif memperlihatkan miras hasil razia. (Foto: Istimewa) |
Amir mengaku aksi memecahkan botol miras tersebut spontan dilakukan lantaran jengkel dengan maraknya gangguan kamtibmas yang berakar dari pengaruh alkohol.
"Rata-rata kasus perkelahian, pencurian, bentrokan, kenakalan remaja, itu pasti awalnya dari teler (mabuk) dulu. Ujung-ujungnya kami yang harus turun tangan," ungkap Amir.
Mengenai anggapan warganet bahwa dirinya memiliki kekuatan mistis atau sakti, mantan perwira reserse tersebut terkekeh. Ia menegaskan aksinya hanyalah teknik fisik untuk memberikan efek jera dan tekanan psikologis (shock therapy) bagi para pelaku kejahatan.
"Itu mah tenaga dalam. Sebenarnya dia juga bisa melakukannya, cuman enggak tau aja ilmunya," kelakar Amir.
(orb/orb)

