Wajah baru halaman Gedung Sate mulai terlihat menjelang pelaksanaan upacara peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia pada 17 Agustus 2026. Meski demikian, penataan kawasan ikonik Jawa Barat tersebut masih berlangsung hingga Selasa (11/8/2026).
Pemprov Jawa Barat berencana menjadikan halaman Gedung Sate sebagai lokasi upacara 17 Agustus tahun ini. Persiapan pun mulai terlihat di tengah kawasan yang sebelumnya menjadi salah satu ruang terbuka utama di kompleks Gedung Sate-Gasibu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pantauan di lokasi, aktivitas proyek masih berlangsung di sejumlah titik. Seng proyek masih terpasang di sisi kiri dan kanan Gedung Sate, terutama pada ruas yang mengarah menuju halaman utama. Pembatas tersebut membuat area pekerjaan belum sepenuhnya terlihat dari badan jalan.
Penataan kawasan juga terlihat dari sisi Jalan Surapati. Di sekitar Lapangan Gasibu, pekerja masih memperbaiki bagian benteng yang berbatasan langsung dengan jalan dan jalur pedestrian.
Perubahan paling mencolok terlihat di halaman depan Gedung Sate. Sejumlah elemen yang sebelumnya menjadi bagian dari wajah halaman, seperti tulisan Gedung Sate, air mancur, dan prasasti PUPR, kini sudah tidak terlihat.
Hamparan rumput hijau kini mendominasi halaman. Sebuah tiang bendera berdiri di bagian tengah dan menjadi salah satu titik utama yang tengah disiapkan untuk upacara.
Empat pohon palem di sisi kiri dan kanan halaman Gedung Sate juga masih dipertahankan. Sementara lantai yang sebelumnya menggunakan material batu kini berganti menjadi paving block.
Sementara di area yang menghadap langsung ke Gedung Sate, sejumlah pekerja terlihat menyiapkan panggung dengan saung semipermanen. Fasilitas tersebut disiapkan untuk menunjang kegiatan peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia nanti.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Barat Adi Komar memastikan penataan halaman Gedung Sate terus dikebut agar area utama siap digunakan pada 17 Agustus.
Menurut Adi, pekerjaan fisik telah memasuki tahap akhir. Pemasangan paving block di sebagian besar area sudah dilakukan dan pekerjaan selanjutnya difokuskan pada pembersihan serta penyelesaian akhir.
"Targetnya sebelum 17 Agustus sudah selesai. Dari sisi fisik teman-teman bisa lihat, landasan sudah mulai terpasang semuanya, tinggal tahap pembersihan di akhir," ujar Adi belum lama ini.
Meski area utama ditargetkan siap untuk upacara, pengerjaan di kawasan Gedung Sate belum sepenuhnya selesai setelah 17 Agustus. Sejumlah titik yang tidak digunakan untuk kegiatan upacara masih akan menjalani penataan lanjutan, terutama di bagian utara kompleks Gedung Sate.
"Area yang digunakan untuk upacara dipastikan siap. Setelah itu masih ada pengerjaan lanjutan di area yang tidak dipakai untuk pelaksanaan upacara," katanya.
(bba/orb)
