Nasib pilu menimpa seorang remaja perempuan berusia 15 tahun di wilayah Rancabungur, Kabupaten Bogor. Ia diduga menjadi korban pemerkosaan oleh tetangganya sendiri hingga kini tengah mengandung.
Pelaku yang merupakan seorang pria lanjut usia berinisial DUM (70) kini telah berhasil diringkus polisi. Kapolsek Rancabungur, Ipda Yudhi Widhiana, mengonfirmasi bahwa penangkapan DUM dilakukan pada Senin (10/8/2026) malam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Alhamdulillah sudah kita amankan, dibawa ke Polres karena masalah anak perlu penanganan khusus. Dari awal kita sudah mendampingi laporan ke Polres, termasuk tadi malam kita amankan bersama personel lain. Tadi malam langsung dibawa ke Polres," kata Yudhi kepada wartawan, Selasa (11/8).
Sebelum tertangkap, DUM ternyata sempat mencoba melarikan diri ke luar kota demi menghindari tanggung jawab.
Namun, pelariannya berakhir saat ia kembali ke lingkungan rumahnya dan langsung diamankan oleh warga setempat.
"Menurut keterangan warga setempat, sempat keluar kota dulu. Pulang, diamankan," ucap Yudhi menjelaskan kronologi penangkapan.
Kasus yang menggegerkan warga ini pertama kali terungkap saat keluarga menaruh curiga pada perubahan fisik sang remaja.
Bibi korban yang merasa ada kejanggalan kemudian memutuskan untuk membawa keponakannya itu ke puskesmas terdekat.
"Jadi awalnya ada bibinya yang curiga, karena ada perubahan bentuk badannya korban, kok agak beda mungkin, karena curiga gitu dibawalah ke puskesmas. Di sana dicek, hasilnya ternyata positif hamil," tutur Yudhi.
Mendapati kenyataan pahit tersebut, pihak kepolisian langsung bergerak cepat memberikan pendampingan kepada keluarga korban.
Langkah ini diambil mengingat kasus ini melibatkan anak di bawah umur yang memerlukan penanganan sensitif dan khusus.
"Kita sudah temui keluarganya, bibinya. Kemudian, kita arahkan agar membuat laporannya ke Polres, ke PPA Polres, karena ini kan perkaranya khusus, menyangkut anak dan perempuan juga," ungkap Yudhi saat dikonfirmasi pada Jumat (31/7).
Baca juga: Sandiwara Bunuh Diri Berujung Jeruji Besi |
Selain kepolisian, pihak kecamatan dan Ikatan Pekerja Sosial Masyarakat (IPSM) juga turut dilibatkan dalam menangani trauma korban. Koordinasi intensif terus dilakukan dengan Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Bogor untuk memastikan proses hukum berjalan maksimal.
"Jadi setelah dapat informasi begitu, kita ajak pihak kecamatan ke lokasi, kita ajak IPSM (Ikatan Pekerja Sosial Masyarakat), karena kan anak dan perempuan pula ya. Ketemulah sama bibinya. Kemudian, kita koordinasi sama PPA, kemudian kita arahkan agar korban dan keluarganya buat laporan ke PPA Polres Bogor," pungkasnya.
Artikel ini telah tayang di detikNews
(orb/orb)
