Aksi 'Rayap Besi' Jamah Trotoar Tasikmalaya, Rantai Pembatas Raib

Aksi 'Rayap Besi' Jamah Trotoar Tasikmalaya, Rantai Pembatas Raib

Faizal Amiruddin - detikJabar
Senin, 10 Agu 2026 16:33 WIB
Salah satu lokasi rantai pembatas trotoar Jalan HZ Mustofa yang raib.
Salah satu lokasi rantai pembatas trotoar Jalan HZ Mustofa yang raib. (Foto: Faizal Amiruddin)
Tasikmalaya -

Fenomena 'rayap besi' alias pencurian fasilitas publik berbahan logam kembali memakan korban di Kota Tasikmalaya. Kali ini sasarannya adalah rantai pembatas pedestrian di Jalan HZ Mustofa Kota Tasikmalaya.

Beberapa bentangan rantai besi pembatas antara pejalan kaki dan kendaraan itu didapati sudah raib. Karuan saja hal itu membuat kondisi wajah kota menjadi terganggu. Kondisi hilangnya rantai pembatas membuat estetika kawasan tak indah lagi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain itu, hilangnya rantai pembatas membuat para pejalan kaki jadi bisa menyeberang jalan di sembarang titik. Padahal titik penyeberangan atau zebra cross sudah ditentukan. Hal ini membuat ketertiban dan keamanan menjadi ikut terganggu.

Kasatpol PP Kota Tasikmalaya, Yogi Subarkah mengaku sudah mendeteksi adanya fenomena rayap besi di pusat Kota Tasikmalaya.

ADVERTISEMENT

Bahkan dia mengatakan sudah sempat melakukan penindakan terhadap salah seorang pelaku. Pekan lalu petugas Satpol PP sempat mengamankan seorang pelaku pencurian rantai tersebut. Aksi pencurian itu terekam CCTV dan pelakunya bisa diamankan.

Dari rekaman terlihat, pencurian dilakukan oleh 2 orang pria yang membawa gerobak. Dia terlihat dengan mudah memutuskan rantai besi dan memasukkan ke dalam gerobak.

"Kejadiannya di Jalan Zaenal Mustofa, depan Toko Safitri, Rabu minggu kemarin," kata Yogi, Senin (10/8/2026).

Pelaku merupakan dua orang pemulung asal luar daerah yang beroperasi menggunakan gerobak.

"Tapi barang bukti berupa rantai sudah tidak ada. Dari pengakuannya, gerobak beserta rantai diduga dibawa kabur rekannya yang saat ini masih dalam pencarian," kata Yogi.

Pelaku yang tertangkap mengaku telah hidup berpindah-pindah di Tasikmalaya sejak 2004 dan berdalih baru pertama kali mengincar besi fasilitas kota.

"Salah satu terduga pelaku berhasil ditemukan tidak jauh dari lokasi kejadian dan langsung diamankan untuk dimintai keterangan. Satu orang lainnya berhasil kabur," kata Yogi.

Saat ini, Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Satpol PP tengah melengkapi Berita Acara Pemeriksaan untuk dikoordinasikan dengan dinas pemilik aset.

Pihaknya juga berkoordinasi dengan Polsek Cihideung terkait aksi pencurian ini.

Yogi menegaskan perusakan dan penjarahan sarana umum tidak bisa ditoleransi, karena merugikan negara dan mengganggu kenyamanan pejalan kaki.

"Setiap laporan masyarakat akan langsung kami tindak lanjuti agar potensi gangguan ketertiban dapat dicegah sedini mungkin. Tim patroli kami juga disiagakan 24 jam, untuk antisipasi agar tak terulang," kata Yogi.

(sud/sud)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads