Aksi gerombolan pria bersepeda motor meneror warga Garut. Belum lama ini, sekelompok pemuda yang sedang nongkrong diserang oleh para berandalan, yang hingga kini tidak diketahui identitasnya.
Aksi penyerangan yang dilakukan gerombolan bermotor terhadap para pemuda yang tengah nongkrong ini mencuat ke publik usai video dari kamera pengawas yang merekam aksinya tersebar di publik.
Dalam video itu diketahui, jika penyerangan terjadi pada hari Minggu, (2/8) dini hari sekitar jam 00.43 WIB di Jalan Raya KH Anwar Musaddad, Tarogong Kaler, Garut.
Dalam video terlihat, jika serangan dilakukan secara tiba-tiba. Hal tersebut terlihat dari respons kaget para pemuda yang diserangnya.
"Barudak mana sia. Balik... balik," ungkap salah satu dari kelompok berandalan.
Mereka terlihat sempat melakukan kekerasan terhadap para pemuda yang sedang nongkrong itu. Tidak hanya dengan tangan kosong, melainkan dengan senjata tajam yang terlihat ditenteng oleh anggota kelompok.
Sejak pertama kali diunggah di Instagram oleh pemilik akun @garutpiomongeun pada Senin, (3/8) kemarin, videonya sudah ditonton lebih dari 235 ribu kali oleh warganet dan mendapat beragam respons.
Banyak masyarakat yang mengaku resah dengan aksi teror berandalan bermotor bersenjata tajam tersebut.
"Kudu di karungan ti ayeuna bisi ngalobaan," ungkap akun @erg***************
"Sieun seeur anu jagoan di Garut mah (Takut, banyak jagoan di Garut)," ungkap @bez*******.
Belakangan diketahui, jika kejadian itu berlangsung di depan salah satu rumah makan yang berada di Jalan KH. Anwar Musaddad, Kampung Paneureusan, Desa Tanjung Kamuning, Tarogong Kaler, Garut.
"Kita tidak tahu kronologi dan motifnya apa. Korbannya juga orang luar bukan warga di sini," ungkap Ramdani, salah seorang warga setempat kepada detikJabar, Selasa, (4/8/2026).
Sementara Kasat Reskrim Polres Garut AKP Herman Saputra menuturkan, hingga kini pihaknya masih mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi dalam rekaman video yang kini viral tersebut.
"Minta doanya biar cepat terungkap dan tertangkap," ungkap Herman singkat saat dikonfirmasi awak media via WA.
(yum/yum)