Tawuran berdarah antargeng motor pecah di kawasan Sukaraja, Kabupaten Sukabumi, Minggu (2/8/2026) dini hari. Sabetan senjata tajam bentrokan tersebut menyasar dua warga sipil yang tak tahu-menahu hingga harus dilarikan ke rumah sakit.
Peristiwa itu tepatnya terjadi di Jalan Raya Sukaraja hingga Jalan MH Holil (Kampung Inggris) sekitar pukul 04.00 WIB. Dua kelompok gerombolan bermotor yang terlibat bentrok diketahui yakni geng motor Allstar dan Neverdie.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kanit Reskrim Polsek Sukaraja Resor Sukabumi Kota, AKP Hendra Gunawan, mengungkapkan bahwa aksi tawuran ini diduga kuat sudah direncanakan sebelumnya melalui kesepakatan kedua belah pihak. Kelompok Allstar telah bersiap menunggu kedatangan lawannya di lokasi kejadian.
"Jadi yang ributnya geng motor Allstar sama Neverdie. Jadi Neverdie yang datang ke sana nyerang ke Kampung Inggris. Ya (Allstar sudah nunggu di lokasi) yang kayak gitu mah pasti janjian sih. Intinya pasti terencana janjian semuanya," ujar Hendra, Minggu (2/8/2026).
Bentrokan sengit awalnya pecah di depan minimarket Jalan Raya Sukaraja, sebelum akhirnya menjalar hingga ke Jalan MH Holil. Di tengah kekacauan dan kibasan senjata tajam tersebut, dua orang warga bernama Dodis Johansyah (33) dan Dasep Buhori (32) melintas untuk pulang ke rumah mereka di Kampung Inggris.
Dodis, yang berprofesi sebagai sopir truk tangki Pertamina, kala itu baru saja tiba dan dijemput oleh rekannya, Dasep. Nahas, saat melintas di dekat lokasi kejadian, keduanya langsung diserang secara brutal oleh anggota geng motor.
"Sopir tangki memang ke sana pulangnya ke arah Kampung Inggris ke atas. Dijemput sama saudaranya di Yomart. Terus kejadian (kena bacok)," ungkap Hendra.
Akibat sabetan sajam tersebut, kedua korban mengalami luka parah di bagian kepala, lengan, hingga kaki. Saat ini, keduanya tengah menjalani perawatan medis intensif di Rumah Sakit Hermina Sukabumi.
Menerima laporan keributan, personel kepolisian langsung meluncur ke tempat kejadian perkara (TKP). Kedatangan petugas membuat puluhan anggota geng motor tersebut berhamburan melarikan diri kocar-kacir.
Hendra menyebut saat ini pihak kepolisian masih terus bergerak menyisir lokasi kejadian dan mengumpulkan bukti-bukti guna memburu para pelaku penyerangan. "Kita lagi nyisir lokasi, CCTV, segala macam, dan saksi-saksi. Kita juga lagi nanya-nanya ke RT-nya dan RW-nya di situ," tegas Hendra.
(sud/sud)
