Kejaksaan Agung merombak jajaran pimpinan di lingkungan Kejaksaan Tinggi Jawa Barat. Kepala Kejati Jawa Barat Dr. Sutikno bersama tujuh kepala kejaksaan negeri mendapat penugasan baru di luar wilayah Jawa Barat.
Perombakan tersebut tertuang dalam Keputusan Jaksa Agung Republik Indonesia Nomor 879 Tahun 2026 serta Keputusan Jaksa Agung Nomor KEP-IV-10122/C/07/2026. Kedua surat keputusan tentang pemberhentian dan pengangkatan dalam jabatan struktural itu ditetapkan pada 29 Juli 2026.
Sutikno dipromosikan menjadi Kepala Kejaksaan Tinggi Daerah Khusus Jakarta. Kursi Kajati Jawa Barat selanjutnya ditempati Mohammad Teguh Darmawan, yang sebelumnya menjabat Kepala Biro Umum pada Jaksa Agung Muda Bidang Pembinaan Kejaksaan Agung.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rotasi juga menyentuh tujuh kepala kejaksaan negeri. Mereka adalah Kajari Kabupaten Bogor Denny Achmad, Kajari Cimahi Banu Laksamana, Kajari Ciamis Nova Fuspitasari, Kajari Cianjur Yussie Cahaya Hudaya, Kajari Kota Banjar Lukman Hakim, Kajari Majalengka Sukma Djaya Negara, serta Kajari Kabupaten Tasikmalaya Jemmy Novian Tirayudi.
Denny Achmad mendapat promosi sebagai Asisten Intelijen Kejati Daerah Khusus Jakarta. Posisinya sebagai Kajari Kabupaten Bogor akan diisi Winro Tumpal Halomoan Haro Munthe, yang sebelumnya menjabat Kepala Subdirektorat Pendapat Hukum pada Direktorat Pertimbangan Hukum Jaksa Agung Muda Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara.
Sementara itu, Banu Laksamana meninggalkan Kejari Cimahi untuk menduduki jabatan Kepala Subdirektorat Pendapat Hukum pada Direktorat Pertimbangan Hukum JAM Datun. Jabatan Kajari Cimahi selanjutnya dipercayakan kepada Neneng Rahmadini, sebelumnya Kajari Metro.
Nova Fuspitasari dipromosikan dari Kajari Ciamis menjadi Asisten Pembinaan Kejati Kepulauan Bangka Belitung. Posisinya digantikan Heru Kamarullah yang sebelumnya memimpin Kejari Bima. Adapun Kajari Cianjur Yussie Cahaya Hudaya mendapat tugas baru sebagai Asisten Pembinaan Kejati Kalimantan Selatan. Kursi yang ditinggalkannya ditempati Suci Wijayanti, sebelumnya Kajari Lampung Selatan.
Perpindahan berikutnya terjadi di Kota Banjar. Lukman Hakim dipercaya menjadi Asisten Pengawasan Kejati Sulawesi Tenggara. Jabatan Kajari Kota Banjar beralih kepada Erianto N, yang sebelumnya menjadi Jaksa Ahli Madya pada Biro Hukum dan Hubungan Luar Negeri JAM Pembinaan.
Kajari Majalengka Sukma Djaya Negara mendapat penugasan sebagai Kepala Subdirektorat V.A pada Direktorat V JAM Intelijen. Posisi tersebut kemudian diisi Regie Komara NA, sebelumnya Kajari Buol.
Sementara Kajari Kabupaten Tasikmalaya Jemmy Novian Tirayudi dipromosikan menjadi Asisten Tindak Pidana Khusus Kejati Kalimantan Barat. Jabatan yang ditinggalkannya diserahkan kepada Aka Kurniawan, sebelumnya Kajari Musi Banyuasin.
Selain tujuh Kajari yang keluar dari Jawa Barat, tiga kepala kejaksaan negeri dipromosikan ke jajaran Kejati Jawa Barat. Kajari Purwakarta Apsari Dewi diangkat menjadi Asisten Pembinaan, Kajari Kota Bogor Agung Arifianto menjadi Asisten Tindak Pidana Khusus, sedangkan Kajari Kota Bekasi Sulvia Triana Hapsari dipercaya sebagai Asisten Perdata dan Tata Usaha Negara Kejati Jawa Barat.
Baca juga: Misteri Hilangnya Driver Ojol di Bandung |
Perubahan itu diikuti pergantian pimpinan pada ketiga kejari tersebut. Kajari Purwakarta selanjutnya dijabat Yudhi Kurniawan, Kajari Kota Bogor diisi Agus Wirawan Eko Saputro, sedangkan posisi Kajari Kota Bekasi ditempati Diana Wahyu Widiyanti.
Dalam keputusan yang sama, Jaksa Agung juga menunjuk Agus Chandra sebagai Kajari Kabupaten Cirebon. Dengan rangkaian tersebut, rotasi tidak hanya mengganti pucuk pimpinan Kejati Jawa Barat, tetapi juga mengubah susunan pejabat di sejumlah kejaksaan negeri di wilayah Jawa Barat.
(iqk/iqk)
