Keluarga Minta Polisi Tangkap Pria yang Bawa Kabur Gadis Cililin

Keluarga Minta Polisi Tangkap Pria yang Bawa Kabur Gadis Cililin

Whisnu Pradana - detikJabar
Rabu, 22 Jul 2026 17:51 WIB
Kanit Reskrim Polsek Cililin, Ipda Fakhmi Zainal Hidayat mengunjungi kediaman korban dugaan penculikan
Kanit Reskrim Polsek Cililin, Ipda Fakhmi Zainal Hidayat mengunjungi kediaman korban dugaan penculikan (Foto: Istimewa)
Bandung Barat -

Meila Nurpadilah (23), warga Kampung Rancapanggung, Desa Rancapanggung, Kecamatan Cililin, Kabupaten Bandung Barat (KBB), akhirnya kembali ke tengah keluarga. Meila sebelumnya dilaporkan hilang selama sepekan lebih setelah diduga dibawa lari oleh mantan kekasihnya, M. Reza Satria (23).

Kepulangan Meila pada Selasa (21/7) siang disambut haru, namun menyisakan trauma mendalam. Sang adik, Silma Azizah, menyebut kakaknya dijemput pihak keluarga di Terminal Leuwipanjang setelah menempuh perjalanan jauh dari Sumatera Selatan. Meski secara fisik sehat, kondisi psikis Meila belum stabil.

"Alhamdulillah kakak saya sudah pulang kemarin siang dijemput sama paman ke Terminal Leuwipanjang, alhamdulillah dalam keadaan sehat namun ada trauma. Masih banyak melamun," kata Silma saat ditemui, Rabu (22/7/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pihak keluarga kini mendesak kepolisian untuk segera meringkus pelaku. Langkah hukum ini dinilai penting agar memberikan efek jera dan mencegah kejadian serupa menimpa orang lain.

ADVERTISEMENT

"Harapan terakhir dari keluarga kami, terhadap pelaku kalau bisa ditangkap saja agar kejadian ini tak terulang lagi dan pelaku diberi efek jera," tegas Silma.

Berdasarkan pengakuan Meila, pelariannya dimulai pada 12 Juli lalu. Ia dibawa berpindah-pindah kota oleh terduga pelaku, mulai dari Karawang hingga Bekasi, sebelum akhirnya menyeberang ke Kecamatan Baturaja, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatera Selatan.

"Jadi saya 12 Juli itu dibawa dulu ke Karawang, terus ke Bekasi, baru dari situ naik bus ke Baturaja. Saya lupa berapa hari, soalnya di perjalanan juga lama," ungkap Meila.

Selama berada di Baturaja, Meila tinggal di rumah keluarga pelaku. Meski mengaku diperlakukan secara manusiawi oleh keluarga Reza, Meila tetap merasa tertekan akibat ancaman verbal yang diterimanya saat awal dibawa lari dari Cililin. Bahkan, ia sempat diminta berbohong jika ada yang menanyakan keberadaannya.

"Ancamannya cuma dari dia (terduga pelaku) pas minta saya ikut, saya awalnya enggak tahu mau dibawa ke Baturaja. Di sana ibunya sempat bilang ke saya kalau ada yang tanya, saya disuruh jawab ini kemauan saya," tuturnya.

Meila menduga aksi nekat Reza dipicu oleh rasa tidak rela setelah hubungan asmara mereka berakhir. Keduanya diketahui mulai saling mengenal pada tahun 2025 saat mengikuti pelatihan terapis bekam di Bekasi.

"Tujuannya cuma biar saya bareng sama dia, dia enggak mau pisah sama saya. Dulu dekat sama dia tahun 2025, itu juga enggak lama. Saya kenal sama dia waktu training jadi terapis bekam di Bekasi," pungkasnya.



(dir/dir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads