Penangkapan seorang pria berinisial AR oleh Tim Densus 88 Antiteror Polri di Desa Sukaharja, Kecamatan Rajadesa, Kabupaten Ciamis, membuat warga setempat kaget. Kepala Desa Sukaharja, Abdul Mutholib, mengaku tak menyangka salah satu warganya diamankan tim Densus 88 pada Senin (20/7/2026) pagi.
Abdul menuturkan, dirinya baru mengetahui adanya penindakan setelah diminta datang ke lokasi oleh anggota Polsek Rajadesa. Saat tiba di rumah AR sekitar pukul 07.00 WIB, proses penangkapan telah selesai dilakukan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya diminta datang oleh anggota Polsek Rajadesa ke lokasi. Awalnya saya kira ada pengajian, ternyata ada tim Densus 88. Saya sampai sekitar pukul 07.00 WIB, yang bersangkutan sudah tidak ada, hanya petugas kepolisian yang masih berada di sekitar rumah," ujar Abdul saat dihubungi detikJabar, Selasa (21/7/2026).
Menurut Abdul, AR merupakan warga asli Desa Sukaharja. Sehari-hari ia dikenal menjalankan usaha penggilingan padi sekaligus pengolahan kopi. Selama ini, aktivitasnya lebih banyak dilakukan di tempat usaha yang berada di tengah permukiman warga.
"Sejak lahir sampai menikah memang warga sini hanya pindah dusun. Kesehariannya usaha jasa penggilingan padi. Banyak warga juga yang menggunakan jasanya," katanya.
Meski demikian, Abdul mengaku melihat adanya perubahan pada diri AR dalam sekitar satu tahun terakhir, terutama dalam paham beragama. Ia mengatakan AR sudah tidak lagi terlihat salat berjamaah di masjid bersama masyarakat seperti sebelumnya.
"Dulu yang bersangkutan masih salat berjemaah di masjid dan ikut salat Jumat. Namun sekitar setahun terakhir sudah tidak pernah terlihat lagi. Memang ada perbedaan pemahaman keagamaan dengan warga lainnya," ungkapnya.
Abdul menambahkan, selama ini AR tidak pernah diketahui merantau atau bepergian dalam waktu lama ke luar daerah. Menurutnya, keseharian AR lebih banyak dihabiskan di rumah dan lokasi usahanya.
"Setahu saya tidak pernah pergi ke luar daerah atau merantau. Sehari-harinya memang di kampung. Soal dari mana pemahaman itu didapat, kami juga tidak tahu. Ada yang menduga dari media sosial, tapi itu hanya dugaan," ujarnya.
Kepala Desa juga mengungkapkan, AR dikenal sebagai pribadi yang tertutup dan jarang berinteraksi dengan lingkungan sekitar. Sikap tersebut, ditambah perubahan perilaku dalam kehidupan bermasyarakat selama setahun terakhir, sempat menjadi perhatian sebagian warga.
Selain itu, Abdul menyebut AR telah bercerai dengan istri pertamanya dan kini menikah lagi dengan perempuan dari luar kecamatan. Sementara dua anaknya tinggal bersama kakeknya.
"Anak-anaknya sekarang tinggal bersama kakeknya dan disekolahkan oleh kakeknya. Sepengetahuan saya, dulu sempat ada keinginan dari yang bersangkutan agar anaknya tidak bersekolah," pungkas Abdul.
Simak Video "Video Densus 88 Sebut Tersangka Perekrut Anak 'Pemain Lama' Jaringan ISIS"
[Gambas:Video 20detik] (mso/mso)
