Pod Getar Rp6 Juta Menyasar Kawasan Elite di Bogor

Pod Getar Rp6 Juta Menyasar Kawasan Elite di Bogor

Andry Haryanto - detikJabar
Senin, 20 Jul 2026 20:10 WIB
Konferensi pers kasus narkoba di Polres Bogor.
Konferensi pers kasus narkoba di Polres Bogor. (Foto: Andry Haryanto/detikJabar)
Bogor -

Peredaran narkoba jenis baru mulai terdeteksi di Kabupaten Bogor. Untuk pertama kalinya, Satuan Reserse Narkoba Polres Bogor mengungkap peredaran etomidate yang dikemas dalam bentuk cartridge rokok elektrik atau vape, dikenal dengan sebutan "pod getar".

Kapolres Bogor AKBP Wikha Ardhilestanto mengatakan, pengungkapan tersebut menjadi temuan baru lantaran sebelumnya Polres Bogor belum pernah menangani kasus peredaran etomidate.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ini temuan baru. Sebelumnya kita tidak pernah mengungkap etomidate dan ternyata barang ini sudah masuk ke wilayah Kabupaten Bogor," kata Wikha di Mapolres Bogor, Senin (10/7/2026).

Dalam pengungkapan tersebut, polisi mengamankan seorang tersangka berinisial EJ dengan barang bukti 65 cartridge etomidate dan 70 bungkus happy water. Menurut polisi, tersangka diduga telah mengedarkan barang tersebut selama dua bulan di wilayah Kabupaten Bogor.

ADVERTISEMENT

Peredaran etomidate menjadi perhatian polisi lantaran harga jualnya terbilang fantastis. Satu cartridge yang digunakan pada perangkat vape dipasarkan dengan harga berkisar Rp4 juta hingga Rp6 juta.

"Yang kita temukan harganya Rp6 juta. Jadi bisa dibayangkan, ini dipakai untuk rokok elektrik yang mungkin hanya dipakai sekitar 40 kali hisap, dan harganya Rp4 juta sampai Rp6 juta," ujarnya.

Mahalnya harga tersebut membuat polisi menduga narkoba jenis ini menyasar konsumen dari kelompok ekonomi menengah ke atas. Dugaan itu diperkuat dengan lokasi pengungkapan yang berada di kawasan dengan sejumlah permukiman kelas menengah dan elite.

"Kalau melihat harganya, satu cartridge yang mungkin hanya dipakai 40 kali hisap harganya Rp4 juta sampai Rp6 juta, saya kira ini menengah ke atas," kata Wikha.

Happy Water 'Mengalir' ke Bogor dari Jakarta

Selain etomidate, polisi menemukan peredaran happy water yang dijual dengan harga sekitar Rp600 ribu per bungkus. Kedua jenis barang tersebut, menurut Wikha, sebelumnya lebih banyak ditemukan beredar di wilayah Jakarta.

"Selama ini kita temukan di wilayah Jakarta. Ternyata barang ini sudah masuk ke wilayah Kabupaten Bogor," ujarnya.

Polisi mengungkap peredaran tersebut setelah melakukan penyelidikan yang disebut bergerak dari wilayah Bekasi hingga menyisir kawasan Gunung Putri dan sekitarnya. Pengungkapan etomidate ini, menurut Wikha, menjadi yang pertama dilakukan jajaran kepolisian di wilayah hukum Polda Jawa Barat.

"Pengungkapan kasus terkait etomidate ini di Polda Jawa Barat, berarti Satresnarkoba Polres Bogor yang pertama mengungkap," kata Wikha.

Dari hasil pemeriksaan sementara, transaksi etomidate dilakukan dengan sistem cash on delivery atau COD. Polisi menduga pengedar dan pembeli telah terhubung melalui kelompok komunikasi tertentu sebelum menentukan lokasi transaksi.

"COD. Berarti mungkin mereka sudah punya grupnya," ujar Wikha.

Polres Bogor kini masih mengembangkan pengungkapan tersebut untuk menelusuri jaringan pemasok dan peredaran narkoba jenis baru itu.

(orb/orb)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads