Pertemuan Malam Hari yang Berujung Hilangnya Nyawa Yani

Syahdan Alamsyah - detikJabar
Jumat, 17 Jul 2026 10:30 WIB
Ilustrasi pembunuhan. (Foto: Getty Images/ilbusca)
Sukabumi -

Misteri motif di balik pembunuhan Eka Yani (35), yang dalam rilis kepolisian berinisial EH, yang jasadnya ditemukan tinggal kerangka di Sukabumi perlahan mulai tersibak. Peristiwa tragis pada akhir Juni lalu itu ternyata berawal dari sebuah janji temu pada malam hari yang berujung pada perselisihan hebat terkait masalah uang.

Kapolres Sukabumi AKBP Samian mengungkapkan, sebelum peristiwa berdarah itu terjadi, pelaku H alias Delon (42) sempat menjalin komunikasi intensif dengan korban untuk merencanakan sebuah pertemuan.

"Pelaku ada komunikasi dengan korban, membuat suatu janjian bertemu di satu tempat. Kemudian pada tanggal 29 malam sekira pukul 20.00 WIB, pelaku bertemu di suatu tempat, kemudian antara korban dan pelaku berboncengan, ya naik sepeda motor, kemudian pergi lah di perkebunan," kata Samian saat menggelar konferensi pers di Mapolres Sukabumi, Kamis (16/7/2026) malam.

Cekcok Masalah Uang dan Motor Korban

Polisi mengungkapkan korban sehari-harinya memang tinggal di sebuah rumah kos di kawasan Simpenan, Kabupaten Sukabumi. Setelah berboncengan motor dan tiba di area perkebunan jati yang sepi, suasana yang semula tenang mendadak berubah menjadi ketegangan hebat akibat masalah keuangan.

Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara dan keterangan para saksi, Delon meradang karena adanya ketidaksepahaman mengenai penggunaan sejumlah uang oleh korban. Pelaku yang tidak terima kemudian menuntut ganti rugi dengan cara memaksa untuk menjual sepeda motor milik korban.

"Jadi ada perselisihan paham terkait dengan penggunaan sejumlah uang oleh korban. Kemudian pelaku meminta gantian dengan menjual sepeda motor yang dimiliki korban. Nah, di situlah selisih paham terjadi, sehingga terjadi peristiwa pembunuhan," jelas Samian.

Hubungan Asmara Masih Didalami

Cekcok mulut yang makin memanas di tengah gelapnya perkebunan jati itulah yang akhirnya memicu emosi Delon hingga tega menghantam kepala korban menggunakan botol dan batu sebanyak dua kali hingga tak sadarkan diri.

Terkait desas-desus mengenai kedekatan khusus maupun dugaan adanya hubungan badan antara pelaku dan korban sebelum eksekusi terjadi, pihak kepolisian menegaskan masih melakukan pemeriksaan maraton.

"Untuk hubungan tentunya masih kita dalami, apakah hubungan sesama apa. Ya tentunya itu (dugaan hubungan badan) masih didalami, motif-motif lebih lanjut daripada yang memicu terjadinya peristiwa pidana itu," pungkas Samian.




(sya/orb)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork