Personel Kepolisian Resor (Polres) Cianjur meringkus sejumlah anggota geng motor yang kedapatan melakukan konvoi sambil membawa senjata tajam pada Minggu (5/7/2026). Selain mengamankan para pelaku, polisi juga menyita belasan sepeda motor yang tidak dilengkapi surat-surat resmi.
Kapolres Cianjur, AKBP A Alexander Yurikho Hadi, menjelaskan bahwa penangkapan bermula saat anggota yang tengah menjalankan patroli rutin berpapasan dengan gerombolan pemotor tersebut. Kelompok yang diduga kuat merupakan anggota geng motor ini berkendara tanpa helm dan menggunakan knalpot bising (brong).
"Berkendaranya pun cukup membahayakan. Sehingga petugas langsung menghentikan rombongan konvoi itu," kata dia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Melihat kedatangan petugas, gerombolan tersebut sempat kocar-kacir berusaha melarikan diri. Namun, polisi berhasil mengamankan beberapa orang di lokasi.
"Ada sekitar enam orang yang berhasil kami amankan. Semuanya diduga anggota geng motor, sebab mereka mengenakan jaket yang seragam," kata dia.
Alexander mengungkapkan, dari hasil penggeledahan, petugas menemukan senjata tajam serta senjata tumpul yang disembunyikan di dalam bagasi motor hingga di balik jaket pelaku.
"Ada dua orang yang membawa senjata. Salah satunya senjata tajam jenis golok," kata dia.
Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, para anggota geng motor ini berencana menghadiri acara peringatan ulang tahun kelompok mereka. Terkait kepemilikan senjata tajam, pelaku berdalih barang tersebut hanya untuk perlindungan diri.
"Setelah dimintai keterangan, alasan membawa senjata tajam untuk membela diri. Tapi kami masih lakukan penyelidikan lebih lanjut. Dua orang anggota geng motor yang membawa senjata itu masih diperiksa petugas di Mapolres Cianjur," kata dia.
Tak hanya senjata, polisi juga mengangkut belasan unit sepeda motor yang tidak memenuhi standar teknis dan administratif.
"Ada belasan sepeda motor yang kami amankan. Diduga tidak ada kelengkapan surat serta menggunakan knalpot brong yang membuat pengendara atau masyarakat kebisingan," kata dia.
Alexander menegaskan bahwa tindakan tegas ini diambil demi menjamin kenyamanan warga dari gangguan kelompok bermotor.
"Tindakan yang kami lakukan tentu semata-mata untuk menjaga keamanan dan ketertiban dari ulah oknum anggota geng motor tersebut," pungkasnya.
