Babak Baru 13 Kiai Jabar Diduga Tertipu Janji Modus Dapur MBG

Rifat Alhamidi - detikJabar
Jumat, 03 Jul 2026 15:00 WIB
Foto: Ilustrasi Makan Siang Gratis (Antara Foto/Andry Denisah)
Bandung -

Babak baru kasus dugaan penipuan yang dialami 13 kiai pengasuh pondok pesantren di Jawa Barat (Jabar) dengan janji bakal dibuatkan dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) yaitu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) telah dimulai. Ke-13 kiai tersebut rencananya akan melaporkan perkara ini ke Bareskrim Polri.

Laporan ke-13 kiai dari Jabar itu akan didampingi Lembaga Bantuan Hukum (LBH) PP Gerakan Pemuda Ansor. Laporan rencananya akan dilayangkan ke Bareskrim Polri pada hari ini, Jumat (3/7/2026) sekitar pukul 14.00 WIB.

"Siang ini kami mau melapor ke Bareskrim Polri. Untuk korbannya kemaren di kita terdata ada 13 kiai, kemudian nambah beberapa kontraktor dari beberapa provinsi. Ada dari Jawa Timur, Sumatera Selatan, Lampung," kata Pengurus LBH PP Pemuda Ansor sekaligus Advokat dan Koordinator Tim Hukum Pesantren Korban Dapur MBG Koperasi DSN, Afriendi Sikumbang saat berbincang dengan detikJabar.

Ketiga belas kiai yang tertipu itu berasal dari berbagai daerah seperti Cirebon, Kuningan, Depok, Bekasi hingga Sukabumi. Semuanya bermula saat para kiai didatangi sekelompok orang yang mengaku berasal dari koperasi berinisial DSN, lalu dijanjikan bakal dibuatkan dapur MBG dengan syarat menyiapkan lahan seluas 400 meter.

Setelah lahannya tersedia, para kiai diminta untuk menyiapkan kontraktor sendiri demi bisa membangun dapur MBG. Namun sebelum membangun dapur MBG, para kiai diminta menyerahkan uang pendaftaran dengan nominal Rp 1,5 juta hingga Rp 2 juta.

Singkatnya, proses untuk membangun dapur MBG pun sudah dihitung dengan membutuhkan biaya senilai Rp 1,2 miliar hingga Rp 1,5 miliar. Sekelompok orang dari koperasi ini bahkan meminta fee kepada para kontraktor dengan nilai 8-10 persen atau sekitar Rp 72 jutaan per dapur MBG yang mau dibangun.

Setelah dapur MBG mencapai tahap 80 persen pembangunan, kecurigaan pun mulai muncul. Pihak koperasi itu tidak bisa dihubungi mulai akhir 2025 hingga sekarang, sementara proyek pembangunan per satu dapur MBG itu rata-rata sudah mengeluarkan biaya Rp 700-800 juta.

"Yang akan kita laporkan ke Bareskrim ada beberapa nama, tokoh utamanya inisial YH, atas nama koperasi DSN. Di luar YH itu ada 4 nama yang kita laporkan sebagai perantara ke kiai dan kontraktor," ungkapnya.

Afriendi berharap penyidik Bareskrim Polri bisa membongkar kasus ini secara terang-benderang. Karena jika dikalkulasikan, kerugian korban mencapai uang miliaran rupiah.

"Harapan kita bisa dibongkar untuk kasus ini. Karena saya kira ini terjadi di beberapa provinsi, bukan hanya di Jabar aja. Karena ada 1 kontraktor yang membangun di 4 pesantren, dan itu membutuhkan uang yang besar," pungkasnya.



Simak Video "Video Kepala Bappisus: Asosiasi Pengusaha Dapur MBG Tak Didanai Pemerintah"

(ral/dir)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork