YTR, perempuan asal Rancaekek, Kabupaten Bandung, masih menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Perempuan berusia 29 tahun itu menjadi korban penganiayaan dan penyekapan yang dilakukan, Taufik Hidayat (30).
Dalam perkembangannya, YTR sudah aktif berkomunikasi dengan anggota keluarganya. Ia juga sudah dapat berkomunikasi dengan penyidik Direktorat Pelindungan Perempuan dan Anak (PPA) dan Pemberantasan Perdagangan Orang (PPO) Polda Jabar yang menangani kasusnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kakak ipar YTR, Meilani mengatakan kondisi YTR sudah lebih baik. "Alhamdullilah sekarang mendingan," katanya via pesan singkat, Rabu (1/7/2026).
Informasi perkembangan kesehatan YTR juga disampaikan Direktur Reserse PPA dan PPO Polda Jabar Kombes Pol Rumi Untari. Rumi mengatakan kondisi YTR sudah membaik.
"Alhamdullilah kondisi membaik," ujarnya.
Rumi menyebutkan, saat ini ada pembatasan interaksi antara YTR dengan sanak keluarga, kerabat, maupun teman yang ingin membesuknya. "Tidak boleh sering-sering dilihat karena takut ada virus dan ganggu proses pemulihan," tuturnya.
Sementara itu, Dirut RSHS dr Rachim Dinata Marsidi mengatakan penanganan medis masih difokuskan pada luka di kepala YTR. "Masih mengatasi infeksinya. RSHS berkomitmen memberikan pelayanan maksimal," ujarnya.
Sebelumnya, Rachim menyebutkan luka di kepala YTR cukup parah. "Pas datang boleh dikatakan memang lukanya cukup banyak dan di daerah kepala infeksi yang hebat," ujarnya.
Bahkan menurut Rachim, di kepala YTR ditemukan sejumlah belatung. "Boleh dikatakanlah, ada belatung," tambahnya.
(wip/sud)
