Polda Jabar menegaskan bahwa Taufik Hidayat (30), tersangka kasus penganiayaan dan penyekapan terhadap perempuan berinisial YTR, diamankan melalui upaya penangkapan oleh tim gabungan, bukan menyerahkan diri secara sukarela.
Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Hendra Rochmawan, menjelaskan bahwa petugas meringkus Taufik di kediaman kerabatnya yang berlokasi di Komplek Griya Pesona, Kecamatan Ciparay.
"Iyah bukan menyerahkan diri, ini ditangkap di sekitar Bandung Raya," kata Hendra, Rabu (24/6/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pernyataan kepolisian ini sekaligus menanggapi pengakuan Dadang Ahyar Ismail (53), mantan atasan tersangka, yang menyebut Taufik menyerahkan diri melalui perantaranya. Hendra menyatakan pihaknya akan mendalami keterangan tersebut.
"Iya itu salah satu saksi akan kita lakukan pemeriksaan. Ini secara visual sudah dilakukan pemeriksaan tapi akan ada tindak lanjut lagi," terang Hendra.
Cerita Eks Atasan soal Penangkapan Taufik
Sebelumnya, Dadang menceritakan bahwa Taufik berulang kali menghubunginya melalui aplikasi WhatsApp dengan nomor yang berganti-ganti. Dalam komunikasi tersebut, Taufik mengaku merasa tertekan karena kasusnya viral di media sosial dan sempat meminta perlindungan.
"Jadi ya sudah, gini aja. Kamu kalau misalkan lari-lari, kalau mujur sampai kakek-kakek pasti lari, capek, saya bilang gitu," ujar Dadang kepada awak media.
Dadang memperingatkan tersangka bahwa bersembunyi di tengah sorotan publik sangat berisiko. Ia memberikan pilihan logis kepada Taufik: menyerahkan diri secara baik-baik atau menghadapi risiko penangkapan paksa oleh warga maupun aparat.
"Kamu pilih aja mau yang mana. Dia mikir lama. Sampai pada akhirnya kemarin, "Ya sudah Pak, saya ngikut Bapak aja mau menyerahkan diri." Ya sudah kalau menyerahkan diri nanti saya telepon pihak berwenang. Kebetulan saya telepon Pak Hendi, dari kepolisian juga. Saya koordinasi dengan Pak Hendi," katanya.
Meski Taufik sudah menyatakan niatnya, Dadang mengaku tetap waspada dan menyusun strategi agar tersangka benar-benar menepati janjinya.
"Cuma masih bikin strategi gimana caranya dia benar-benar menyerahkan diri, karena setiap telepon itu ganti-ganti nomor," tambahnya.
Dadang terus menekankan agar Taufik bersikap kooperatif. Akhirnya, tersangka menyanggupi untuk datang langsung ke rumah Dadang guna menyerahkan diri ke pihak berwenang.
"Nah kebetulan dia telepon lagi, "Pak saya sekarang mau menyerahkan diri." "Saya bilang, kamu harus kooperatif. "Oh iya saya insya Allah kooperatif."," kata Dadang.
Berdasarkan keterangan Dadang, Taufik sempat mendatangi rumahnya pada Selasa pagi saat dirinya sedang bekerja, namun kemudian pergi lagi. Tersangka baru kembali pada sore hari untuk menyerahkan diri di hadapan petugas kepolisian yang sudah bersiaga.
"Jadi pagi-paginya dia ke sini bawa motor terus pergi lagi. Akhirnya sore hari dia koperatif dan benar-benar menyerahkan diri, Pak Hendi sudah nunggu di sini dan dibawa masuk dulu ke dalem rumah," bebernya.
Setelah diamankan, Taufik dibawa ke Polsek Majalaya sebelum akhirnya digiring ke Mapolda Jabar. Dadang pun turut mendampingi proses tersebut atas permintaan tersangka.
"Saya juga ngikut ke sana. Nah karena perjanjiannya, boleh saya menyerahkan diri tapi pak Dadang ikut juga katanya, didampingi. Akhirnya saya ikut dari belakang," jelas Dadang.
"Sempat Pak Hendi telepon, "Pak Dadang masih di Polsek? Ini si Opik jangan sampai pulang." Oh iya saya bilang, saya juga kooperatif. Dia menyerahkan diri, saya ingin ikut. Nah setelah itu dibawa ke Polda dan sampai di Polda saya pulang, ngantuk," ungkapnya.
Dadang menyebut proses negosiasi ini berlangsung selama beberapa hari. Ia menduga Taufik menghubunginya karena hubungan kerja mereka pada periode 2023 hingga 2024. Meski sudah lama tidak bertemu, Taufik tampaknya masih menaruh kepercayaan kepada Dadang sebagai sosok senior.
"Terus 2024 dia keluar, pindah ke tempat lain. Nah kebetulan saya paling tua di pekerjaan, jadi yang dituakan. Anak-anak kalau ada apa-apa telepon ke saya, termasuk si Opik juga. Padahal saya sudah lama tidak ketemu sama si Opik, tapi mungkin masih ingat," kata Dadang.
Dalam kesempatan tersebut, Dadang menegaskan bahwa dirinya tidak memiliki hubungan kekeluargaan dengan tersangka. Ia juga menepis tudingan yang menyebut dirinya sengaja menyembunyikan Taufik selama masa pelarian.
"Bukan, saya mah bukan saudara tersangka. Terus dia juga engga pernah nginep di sini. Saya hanya kaget dia tiba-tiba ngehubungi, terus pas saya tanya istri saya dia lagi viral soal kasus itu. Makanya saya minta dia nyerahin diri," pungkasnya.
(wip/dir)
