Fajar baru saja hendak menyingsing di Kampung Cikareo, Kecamatan Warudoyong, Kota Sukabumi, Rabu (24/6/2026). Namun, kesunyian pagi itu mendadak pecah oleh kepanikan luar biasa.
Di samping minimarket yang masih tertutup rapat, sesosok pria ditemukan tergeletak tak bernyawa. Tubuhnya bersimbah darah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Peristiwa mencekam ini terjadi sekitar pukul 04.50 WIB. Lokasi penemuan tepat berada di samping minimarket, Jalan Cemerlang, RT 003/011, Kelurahan Sukakarya. Korban yang kemudian teridentifikasi sebagai Ende Nur Jaya (47) adalah seorang buruh harian lepas yang juga warga setempat.
Kasi Humas Polres Sukabumi Kota, Ipda Ade Ruli, mengonfirmasi laporan penemuan jasad tersebut telah masuk kepada pihaknya. Penemuan ini bermula dari langkah kaki seorang warga yang kebetulan melintas di lokasi kejadian saat suasana masih remang.
"Awal mula kejadian ketika seorang warga sedang melewati lokasi kejadian. Saat melintas, saksi melihat ada seseorang dalam keadaan tergeletak sambil berlumuran darah," ujar Ade kepada detikJabar, Rabu (24/6/2026).
Saksi pertama yang disergap rasa takut tak mampu berbuat banyak sendirian. Di tengah kepanikan, ia melihat seorang pelajar melintas.
Tanpa pikir panjang, saksi tersebut langsung menghadang sang pelajar. Ia memintanya menjadi penyambung lidah untuk memanggil bantuan pihak berwajib.
"Saksi kedua dihadang oleh saksi pertama untuk meminta menghubungi pihak kepolisian. Akhirnya, saksi kedua langsung melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Warudoyong," kata Ade Ruli.
Tak butuh waktu lama, anggota jaga Polsek Warudoyong bersama jajaran Satreskrim Polres Sukabumi Kota langsung meluncur ke lokasi. Tim Identifikasi (Inafis) pun diterjunkan guna menyisir setiap jengkal area demi mencari petunjuk yang tertinggal.
Di bawah lampu jalan yang masih menyala, petugas memeriksa sejumlah saksi, termasuk AS (51), kakak sepupu korban yang terpukul atas kejadian ini.
Meski bukti-bukti mulai dikumpulkan, polisi masih menutup rapat mengenai motif maupun sosok di balik tragedi ini. Status pelaku hingga kini masih dalam proses penyelidikan (lidik).
"Langkah-langkah yang sudah dilakukan petugas di antaranya mengecek TKP, mencari saksi-saksi, serta memeriksa dan mengecek rekaman CCTV di sekitaran TKP," pungkas Ade Ruli.
Guna menguak tabir kematian sang buruh harian lepas, jasad Ende telah dievakuasi ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) R Syamsudin SH Kota Sukabumi. Di sana, jenazah Ende diautopsi untuk menentukan penyebab pasti di balik luka-luka yang merenggut nyawanya.
Hasil Autopsi
Dokter Forensik RSUD R Syamsudin SH, dr Nurul Aida Fathiya, mengungkapkan bahwa korban diterima pihak rumah sakit sekitar pukul 07.00 WIB. Berdasarkan pemeriksaan luar dan dalam, tim medis menemukan sejumlah luka akibat kekerasan benda tajam maupun benda tumpul.
"Ditemukan ada beberapa luka. Lukanya menurut pola dan gambaran merujuk kepada kekerasan tajam," ujar Nurul kepada detikJabar, Rabu (24/6/2026).
Menurutnya, luka akibat kekerasan tajam tersebut tergolong fatal karena sampai merusak jaringan vital korban. Luka paling signifikan berada di area atas tubuh korban.
"Kekerasan tajam tersebut merusak bagian kepala sampai ke jaringan otak. Itu menimbulkan banyak perdarahan dan kerusakan pada otak," jelasnya.
Tak hanya luka akibat benda tajam, tim forensik juga menemukan adanya bekas kekerasan lain di tubuh korban. Pada bagian leher, ditemukan luka akibat hantaman benda tumpul.
"Bukan hanya terkait kekerasan tajam, tapi juga ada kekerasan tumpul pada daerah leher yang menimbulkan banyak perlukaan di bagian dalam leher," tambahnya.
Nurul menyebut ada banyak luka terbuka di area kepala korban dengan ukuran yang bervariasi, bahkan beberapa di antaranya cukup panjang. "Yang terpanjang kurang lebih sekitar 12 sentimeter di bagian kepala. Di kepala dan wajah itu semuanya cukup panjang karena memang lukanya cukup banyak," ungkapnya.
Disinggung mengenai waktu kematian, Nurul memperkirakan korban sudah meninggal dunia sekitar 8 hingga 12 jam sebelum pemeriksaan luar dilakukan pada pukul 10.00 WIB. Namun, banyaknya darah yang keluar sempat menyulitkan tim medis untuk memastikan waktu persisnya karena memengaruhi pembentukan lebam mayat.
Sementara itu, Kapolsek Warudoyong AKP Maulana Arief menambahkan, korban pertama kali ditemukan dalam kondisi telungkup dan bersimbah darah. Di TKP, ditemukan barang bukti ponsel milik korban.
Terkait dugaan pembunuhan, pihak kepolisian mengaku masih melakukan penyelidikan. "Dugaannya ini masih dalam proses penyelidikan," kata Arief.
"Korban ini dari hasil pemeriksaan saksi bahwa korban ini adalah petugas jaga malam. Di situ ada, di sekitar lokasi di TKP itu ada pembangunan gudang, pembangunan gudang itu, yang korban ini salah satu yang menjaga pada malam itu," sambungnya.
Saat ini, kasus dugaan pembunuhan tersebut masih dalam penyelidikan intensif pihak kepolisian. Tim Buser dari Polres Sukabumi Kota bersama Polda Jabar telah dikerahkan ke lapangan untuk memburu pelaku.
